Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
ALESSI Ramos, 9, mengelus seekor hamster di sebuah rumah sakit di Meksiko, tempat binatang mulai dari betet Australia hingga anjing Siberian Husky digunakan untuk membantu terapi pasien gangguan kesehatan mental.
"Ini membantu saya mengatasi kecemasan, mengendalikan emosi saya, menjadi santai, dan lebih fokus," ujar Ramos yang didiagnosa menderita attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD.
Delapan anjing merupakan bagian dari tim terapis hewan di National Center for Mental Health and Palliative Care di Mexico City.
Baca juga: Lagi, Jurnalis Meksiko Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal
Harley, seekor anjing Pug berusia 5 tahun, yang kehilangan salah satu matanya dalam sebuah kecelakaan, ungkap Kepala Unit Kesehatan Mental di Institute for Social Security and Services for State Workers, yang mengelola rumah sakit itu, Lucia Ledesma.
"Kami menjadikan kegigihannya dalam menghadapi masalah sebaai teladan. Dia adalah anjing yang bisa melakukan segalanya tanpa ragu," ungkap Ledesma.
Rumah sakit itu merupakan satu-satunya rumah sakit di Meksiko yang menggunakan binatang untuk mengobati masalah kesehatan mental meski terapi sejenis telah digunakan di berbagai negara lain.
Baca juga: Enam Orang Tewas dalam Serangan Bom Terhadap Polisi Meksiko
"Kontak dengan binatang menghadirkan perubahan neuropsikologis yang kuat yang akan membantu menurunkan stres dan kecemasan, serta membawa pengaruh kognitif lainnya," kata Ledesma.
Harley menjadi terkenal di Meksiko saat pandemi ketika memasuki ruang rawat covid-19 menggunakan APD untuk membantu mendongkrak semangat para tenaga kesehatan yang terpaksa bekerja lama tanpa bisa bertemu keluarga mereka.
"Dia menjadi satu-satunya intervensi menggunakan binatang di area covid," ujar Ledesma.
"Anjing di rumah sakit negara lain banyak namun tidak ada yang masuk ke zona covid-19. Itulah mengapa kami mendapatkan pengakuan internasional," lanjutnya.
Silvia Hernandez pertama kali bertemu Harley kala menjadi perawat di era pandemi. Hal itu menyebabkan dirinya mengalami kesehatan mental dan hingga hari ini masih menjalani terapi.
"Dia langsung datang menuju saya bak telah mengenal saya. Kami seperti sahabat lama," ungkap Hernandez.
"Saya bisa melihat rekan kerja saya menjadi emosional dan bisa merasakan cinta yang dibawa Harley. Beberapa dari mereka bahkan menangis," kenangnya.
Saat ini, telah ada program kesehatan mental bertajuk Harley and his friends serta komik yang dibagikan di sekolah-sekolah. (AFP/Z-1)
Gekira merekomendasikan pemerintah untuk menyusun regulasi pembatasan gawai berdasarkan usia.
Langkah sederhana seperti melatih rasa syukur dan memaafkan diri sendiri merupakan cara efektif menjaga keseimbangan emosi di tengah tekanan pekerjaan.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi terapkan PP Tunas. Anak di bawah 16 tahun dilarang akses platform risiko tinggi demi cegah adiksi & konten seksual.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Tren Analog 2026 melihat Gen Z beralih ke dumb phone untuk kurangi kecemasan dan tingkatkan fokus. Simak alasan lengkapnya di sini.
Reisa Broto Asmoro & Ustaz Akri Patrio ingatkan batasan sharing di medsos saat Ramadan agar tidak merusak mental dan pahala. Simak tips bijak bermedsos di sini.
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved