Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara akan meningkatkan kemampuan militernya dalam pencegahan (military deterrence) untuk menghadapi Korea Selatan dan Amerika Serikat, kata media resmi Korut KCNA, Minggu (30/4).
Korut mengecam pertemuan puncak AS-Korsel pekan ini yang menyepakati perluasan pencegahan nuklir (extended nuclear deterrence) AS dan menyebutnya sebagai "produk dari kebijakan permusuhan yang keji" terhadap Pyongyang.
KCNA memuat editorial yang mengkritik kunjungan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol ke AS pekan ini sebagai "kunjungan paling tidak bersahabat, agresif, provokatif, dan berbahaya, yang dapat memicu perang nuklir."
Baca juga : Presiden Korsel: Deklarasi Washington Lebih Baik dari NATO
Di Washington, Yoon menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden AS Joe Biden dan mengumumkan Deklarasi Washington.
Berdasarkan deklarasi itu, AS akan berbagi informasi tentang operasi dan perencanaan nuklir dan strategis, dan secara rutin mengirimkan berbagai aset strategis ke Korsel. Menurut KCNA, deklarasi itu merupakan produk tipikal dari "kebijakan bermusuhan yang keji" terhadap Korut.
Baca juga : Amerika Serikat Janjikan Kapal Nuklir untuk Hadapi Korea Utara
"Semua orang dapat mengetahui bahwa AS-Korsel berupaya membuat perang nuklir terhadap DPRK (Korut) menjadi sebuah fait accompli (keadaan yang tidak bisa ditolak)," tulis KCNA dalam editorialnya.
KCNA juga menyinggung peringatan Biden dalam sebuah konferensi pers bahwa rezim Pyongyang akan berakhir bila Korut menggunakan senjata nuklirnya. Itu merupakan kali pertama Biden mengatakan tentang akhir rezim di Korut.
"Terlebih lagi, Biden, Presiden AS, berani memberikan pernyataan panik dan sembrono tentang 'akhir rezim' terhadap DPRK sambil menekankan 'respons yang cepat, luar biasa, dan tegas' di konferensi pers usai pertemuan tersebut," kata KCNA.
"Dalam situasi seperti itu, akan sangat wajar bagi DPRK untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dari militernya guna merespons lingkungan keamanan yang berbahaya di masa kini dan masa mendatang," kata KCNA, menambahkan.
Media resmi Korut itu juga mengatakan bahwa pernyataan AS-Korsel yang menjanjikan upaya pencegahan nuklir yang lebih kuat terhadap Korut dan peningkatan kerja sama trilateral antara AS, Korsel dan Jepang tersebut sama dengan "skenario perencanaan perang nuklir berbahaya berkedok keamanan."
"Melalui (deklarasi) ini, AS dan para bonekanya di Korsel kian memperjelas skema invasi mereka terhadap DPRK," kata KCNA.
"Gerakan perang nuklir yang dilancarkan oleh AS dan sekutunya bertujuan untuk melumpuhkan DPRK (Korut). Di saat yang sama, mereka bahkan tidak mengakui keberadaan DPRK. Hal ini tidak akan bisa dimaafkan dan mereka akan membayar mahal atas tindakan gegabah tersebut," kata KCNA menutup editorialnya.
Sehari sebelumnya, Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, mengutuk Deklarasi Washington itu dan menyebutnya sebagai refleksi dari "aksi paling tidak bersahabat dan agresif" dari Korsel dan AS.
Rencana kedua sekutu itu hanya menyebabkan "bahaya yang lebih serius", kata perempuan paling berpengaruh di Korut itu. (Yonhap-OANA/ANt/Z-4)
KRISIS energi akibat eskalasi perang di Timur Tengah memukul negara-negara besar di Asia. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan kampanye hemat energi nasional akibat perang Iran
Korea Selatan raih status prioritas utama pasokan minyak UEA di tengah krisis energi 2026. 24 juta barel dikirim via rute alternatif.
Pemerintah Korea Selatan menyelidiki 1.868 penjualan tiket ilegal konser reuni BTS. Polisi dilibatkan untuk memberantas calo dan melindungi penggemar.
LUMINA resmi debut dengan single 안녕, Bintang (Hello, Bintang). Grup hybrid Indonesia-Korea ini usung konsep Magical High-teen dan inklusivitas.
Riset Travel Pulse Klook mengungkap Jepang, Korea, dan Tiongkok jadi primadona musim semi 2026.
Intip keseruan ILLIT dan CORTIS saat menyambut kepulangan atlet Korea Selatan dari Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 di Blue House, Seoul.
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Eskalasi Timur Tengah 2026: AS siapkan 3.000 pasukan elit lintas udara. Trump kirim 15 poin proposal damai lewat Pakistan saat Iran serang pangkalan AS
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved