Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (17/4), menegaskan negaranya akan terus mencegah musuh bebuyutan mereka, Iran, untuk mengembangkan senjata nuklir.
Hal itu diungkapkan Netanyahu dalam peringatan holocaust, yang juga dihadiri putra mahkota terasing Iran.
Netanyahu mengatakan meski era Nazi Jerman telah berakhir dan dunia berubah, "Seruan agar warga Yahudi dimusnahkan tidak pernah mereda dan saat ini ancaman itu datang dari rezim horor di Teheran."
Baca juga: Ratusan Ribu Warga Israel Lanjutkan Protes Netanyahu
"Kami berjuang keras untuk melawan segala kesepakatan nuklir dengan Iran yang bisa membuka jalan mereka membuat senjata nuklir."
"Dengan alasan yang sama kami juga melawan segala bentuk teror proxi Iran di sekeliling kami," lanjutnya dalam peringatan Hari Mengenang Holocaust di Jerusalem.
Hadir dalam upacara peringatan itu adalah putra mahkota Iran Reza Pahlavi, yang ayahnya adalah shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979.
Baca juga: Iran Tegas Meminta Negara Islam Tidak Menormalisasi Hubungan dengan Israel
Sebelum upacara peringatan Holocaust itu, Pahlavi menegaskan rezim yang saat ini berkuasa di Iran sama sekali tidak mewakili rakyat Iran.
"Hari ini, kita memiliki rezim yang tidak mengakui adanya holocaust. Merupakan tugas saya untuk mewakili rekan senegara saya untuk mengenang para korban holocaust dan memberikan penghormatan," tegas Pahlavi. (AFP/Z-1)
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved