Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT isu Palestina dan Israel memanas kembali, baru-baru ini, Pemerintah Republik Islam Iran menegaskan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Indonesia, harus tegas satu suara dalam melihat masalah ini.
Hal itu sebagai tanggapan dari serangan tentara Israel di Masjid Al-Aqsa yang baru-baru ini viral. Kecaman-kecaman dari negara berpenduduk Muslim pun menyusul tidak lama setelah itu. Termasuk dari Indonesia.
Namun, beberapa negara berpenduduk mayoritas Islam, dianggap belum sepenuhnya satu suara mengenai masalah ini. Hal itu disampaikan Duta Besar Republik Islam Iran di Indonesia Muhammad Azad, pada peringatan Hari Al-Quds–hari Jumat terakhir bulan Ramadhan yang digunakan untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Baca juga: Peringati Hari Al-Quds, Iran Tegas Minta Kemerdekaan Palestina
“Kami melihat beberapa negara Islam mencoba menormalkan hubungan mereka dengan negara Zionis. Ini menjadi noda, bahwa mereka tidak memiliki suara yang satu untuk mendukung Palestina,” tutur Azad, dikutip Kamis (13/4).
Padahal, menurut Azad, dukungan dari negara luar dan pihak internasional sangat berperan besar dalam konflik Palestina dan Israel. Oleh karena itu, dia meminta dukungan penuh dari setiap pihak, terutama negara-negara yang bermayoritas penduduk Muslim di Dunia.
“Tentu, cita-cita kita berupa kemerdekaan umat Palestina tidak akan tercapai tanpa dukungan umat Islam di berbagai belahan dunia. Semoga, perjuangan kita dapat membuat rezim Zionis dapat berakhir,” tegas Azad
Baca juga: Israel Larang Warga Yahudi Masuki Temple Mount
Kesatuan negara-negara Islam juga diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk meruntuhkan hegemoni dan kependudukan yang dilakukan Israel. Hal itu, menurut Azad, adalah suatu hal yang ditakuti bangsa Israel, gara-gara mereka yang dianggap hidup di atas krisis pihak lain.
“Tentu, rezim Zionis Israel sangat takut terhadap kesatuan negara Islam. Baru-baru ini, Iran dan Arab membuka lagi hubungan mereka, dan satu-satunya pihak yang tidak senang adalah rezim Zionis Israel. Karena kedekatan negara Islam adalah hal yang sangat ditakuti rezim Zionis. Karena mereka hidup di atas krisis. Mereka hanya dapat melanjutkan hidup di atas krisis dan pertengkaran yang dibuatnya,” ungkap Azad. (Z-1)
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu waktu setempat.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved