Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UKRAINA mengubah rencana serangan balik untuk menguasai kembali wilayah yang diduduki Rusia. Perubahan itu terjadi setelah data strategi Ukraina yang dimiliki Pentagon, Amerika Serikat (AS) bocor ke publik.
Pembantu Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan rencana strategis Ukraina tidak berubah untuk dilaksanakan musim semi ini. Hanya rencana taktis yang lebih spesifik yang dapat berubah.
“Ada tugas-tugas strategis, tugas-tugas itu tidak dapat diubah. Tapi skenario operasional dan taktis terus disempurnakan, berdasarkan penilaian situasi di medan perang, penyediaan sumber daya, data intelijen tentang sumber daya musuh, dan lainnya,” katanya.
Baca juga: Dampak Perang, Populasi Warga Ukraina di Avdiivka Donestk Berkurang Hingga 90 Persen
Saat ini, kata dia, efektivitas perubahan strategi taktis belum dapat dinilai. Pasalnya baru masuk tahapan perencanaan yang terus disempurnakan.
"Ini belum bisa dilihat nilainya karena baru dikerjakan (sekarang]),” tambahnya.
Baca juga: Berkunjung ke Tiongkok, Presiden Brasil Bawa Agenda Mediasi Ukraina
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan AS kerap menyalahkan Rusia atas kecerobohan yang dibuat kedua negara tersebut. Teranyar dokumen militer dan intelegen Pentagon tentang data pertahanan udara Ukraina hingga laporan dari intelijen Israel, Mossad. Sejumlah ahli mencurigai bahwa pelaku kebocoran itu adalah warga AS.
"Perhatian sekarang tertuju pada kebocoran dari AS, karena banyak dokumen yang hanya berada di tangan AS," kata Michael Mulroy, mantan pejabat senior Pentagon.
Ia dan beberapa pakar lain mengatakan bahwa investigasi seputar kebocoran dokumen Pentagon masih berada di tahap awal. Mereka encurigai pelaku kemungkinan merupakan individu berpaspor AS, namun pro-Rusia.
Kebocoran dokumen ini dianggap pelanggaran keamanan paling serius di AS. Apalagi setelah kasus lebih dari 700ribu dokumen, video, dan kabel diplomatik muncul di laman WikiLeaks pada 2013.
Dalam dokumen yang bocot itu mencatat perkiraan korban jiwa di medan perang di Ukraina. Tidak jelas mengapa setidaknya satu dokumen diberi tanda tidak terklasifikasi atau bukan rahasia. Beberapa dokumen lain diberi tanda NOFORN, yang artinya tidak boleh dibuka untuk warga negara asing.
Dua pejabat AS mengatakan dokumen-dokumen tersebut mungkin telah diubah, untuk menyebarkan informasi palsu yang dapat merugikan kepentingan keamanan AS.
Dalam pernyataan pada Minggu, 9 April, Pentagon mengatakan mereka sedang meninjau validitas dokumen-dokumen tersebut. Pentagon telah merujuk masalah ini ke Departemen Kehakiman dan telah memulai investigasi pidana.
Salah satu dokumen tertanggal 23 Februari dan tercatat sebagai 'Rahasia' secara rinci menjelaskan sistem pertahanan udara S-300 Ukraina akan terkuras per 2 Mei 2023. Informasi yang sangat dijaga ini bisa sangat berguna bagi pasukan Rusia.
Ukraina mengatakan presiden dan pejabat keamanan telah mengadakan pertemuan untuk membahas cara-cara untuk mencegah bocornya informasi rahasia tersebut. (Aljazeera/CNA/Z-3)
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk memutuskan penggunaan aset Rusia yang dibekukan guna mendanai Ukraina. Simak rincian rencana dan tantangan hukumnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap AS mengusulkan penarikan Ukraina dari sebagian Donetsk dan pembentukan zona ekonomi khusus.
Ukraina mengajukan respons atas proposal perdamaian AS di tengah percepatan negosiasi dengan Rusia.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved