Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR daerah Donetsk, Pavlo Kyrylenko, menyatakan populasi warga sipil di Kota Avdiivka, Ukraina Timur yang digempur Rusia, telah berkurang menjadi 1.800 orang dari 32.000 orang sebelum perang.
Avdiivka telah menjadi salah satu target utama serangan musim dingin Rusia, yang hanya mampu membuat kemajuan teritorial kecil di bagian timur.
"Rusia telah mengubah Avdiivka menjadi kehancuran total," kata Kyrylenko.
Baca juga : Ukraina Pulangkan Ribuan Jenazah Tentara Rusia yang Gugur
Dia menambahkan bahwa kota itu dihantam serangan udara pada hari Senin yang menghancurkan sebuah gedung bertingkat.
Baca juga : Serangan Rudal Rusia di Kota Zaporizhzhia Tewaskan Ayah dan Anak
"Untungnya, tidak ada korban jiwa karena semua penghuni gedung dievakuasi tepat waktu," katanya.
Kyrylenko menjelaskan sekitar 1.800 warga Kota Avdiivka yang tersisa saat ini tingaal di bekas reruntuhan perang.
“Semuanya mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari,” pungkasnya. (AFP/Z-8)
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved