Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengatakan Jerman masih dijajah atau dikendalikan oleh Amerika Serikat (AS) sejak menyerah pada Perang Dunia II. Hingga kini, seluruh kebijakan Berlin harus dikonsultasikan atau atas izin Washington.
"Masalahnya adalah para politisi Eropa telah mengatakan kepada diri mereka sendiri secara terbuka bahwa setelah Perang Dunia II, Jerman tidak pernah menjadi negara yang berdaulat penuh," katanya.
Baca juga: Makin Sengit, Rusia-Ukraina Saling Klaim Kemenangan di Bakhmut
Putin juga mengatakan para pemimpin Eropa telah digertak hingga kehilangan rasa kedaulatan dan kemerdekaan oleh Washington.
Dengan demikian, kata dia, semua tindakan Jerman termasuk menyikapi ledakan pipa gas milik Rusia, Nord Stream tahun lalu akan mengekor ke Amerika.
Baca juga: Amerika Serikat Ragukan Ukraina Rebut Wilayah yang Dikuasai Rusia
Penyelidikan Pipa Gas Nord Stream Rusia
Negara-negara Barat, termasuk Jerman, telah bereaksi dengan hati-hati terhadap penyelidikan atas ledakan yang menghantam pipa gas Nord Stream Rusia tahun lalu.
Mereka meyakini insiden itu adalah tindakan yang disengaja, tetapi menolak untuk mengungkap pihak yang harus bertanggung jawab.
Baca juga: Rusia Ragukan Penolakan Jerman untuk Kirim Jet Tempur ke Ukraina
"Uni Soviet pada satu titik menarik pasukannya dan mengakhiri apa yang dianggap sebagai pendudukan negara. Tapi, seperti diketahui, tidak demikian halnya dengan Amerika. Mereka terus menduduki Jerman," lanjut Putin.
Putin mengatakan bahwa ledakan pipa itu dilakukan oleh pihak suruhan Amerika atau istilahnya tingkat negara bagian.
Putin menolak bahwa ledakan itu dilakukan separatis atau kelompok otonom pro-Ukraina sebab dia meyakini pelakunya Amerika dan sekutunya. (AFP/Cah/S-4)
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Merz juga menegaskan kembali penolakannya untuk mengirim kapal perang Jerman ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved