Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
POSISI tegas diambil Berlin dalam menanggapi manuver terbaru Kabinet Israel yang merombak aturan administratif di wilayah pendudukan. Jerman mengingatkan bahwa berdasarkan hukum internasional, Tepi Barat adalah bagian tidak terpisahkan dari negara Palestina di masa depan dan bukan wilayah kedaulatan Israel.
Kecaman ini muncul setelah Israel menyetujui sejumlah langkah administratif yang dinilai melanggar hukum internasional dan merusak prospek perdamaian.
Dalam keterangannya kepada Anadolu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman menyoroti bahwa tindakan Israel telah menciptakan hambatan baru bagi perdamaian di Timur Tengah.
"Ini bertentangan dengan kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional dan merupakan hambatan tambahan dalam upaya menuju solusi dua negara," kata juru bicara tersebut kepada Anadolu, dikutip Selasa (10/2).
Jerman kembali mengingatkan status Israel sebagai "kekuatan pendudukan" yang memiliki batasan hukum yang jelas dalam mengelola wilayah Tepi Barat.
"Pengalihan kegiatan administratif tertentu kepada otoritas sipil Israel juga bertentangan dengan sifat sementara dari suatu pendudukan," tambahnya.
Kebijakan yang memicu ketegangan diplomatik ini disahkan pada Minggu (8/2). Kabinet Keamanan Israel merombak kerangka hukum dan sipil di wilayah pendudukan guna memperkuat dominasi mereka.
Berdasarkan laporan penyiaran publik Israel, KAN, kebijakan tersebut meliputi poin-poin krusial:
Berlin menegaskan bahwa posisi mereka tetap teguh dalam mendukung solusi dua negara. Jerman memandang Tepi Barat sebagai bagian integral dari negara Palestina yang harus dicapai melalui jalur perundingan resmi. (Fer/I-1)
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Merz juga menegaskan kembali penolakannya untuk mengirim kapal perang Jerman ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved