Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Raja Charles III Gelar Jamuan Kenegaraan Bernuansa Natal untuk Presiden Jerman di Windsor Castle

Thalatie K Yani
04/12/2025 06:46
Raja Charles III Gelar Jamuan Kenegaraan Bernuansa Natal untuk Presiden Jerman di Windsor Castle
Raja Charles menjamu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam jamuan kenegaraan bernuansa Natal di Windsor Castle.(PA Media)

RAJA Charles menjamu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam sebuah jamuan kenegaraan meriah bernuansa Natal di Windsor Castle. Acara megah tersebut menghadirkan 152 tamu, termasuk politisi, tokoh bisnis, dan selebritas, di St George’s Hall yang dihias dengan pohon Natal setinggi 6 meter berhiaskan ribuan lampu.

Model Claudia Schiffer, komposer film Hans Zimmer, dan pemain biola Anne-Sophie Mutter termasuk di antara tamu undangan. Schiffer duduk di sebelah Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.

Dalam pidatonya, Raja Charles menegaskan perlunya solidaritas Barat dalam mendukung Ukraina menghadapi invasi Rusia. “Inggris dan Jerman bersama-sama berdiri dengan Ukraina dan memperkuat Eropa terhadap ancaman agresi Rusia lebih lanjut,” ujar sang Raja. Pidato tersebut disampaikan di tengah upaya diplomatik internasional untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Presiden Steinmeier menanggapi dengan menegaskan Jerman berada “berdampingan dalam mendukung Ukraina.” Ia juga mengingatkan tradisi pohon Natal berasal dari Jerman dan pertama kali hadir di Inggris pada 1800 melalui Ratu Charlotte, istri Raja George III.

Jamuan ini turut dihadiri anggota senior Kerajaan Inggris, termasuk Ratu Camilla, Pangeran dan Putri Wales, Putri Anne, serta Duke dan Duchess of Edinburgh. Catherine tampil mengenakan tiara berlian dan ruby milik Ratu Victoria yang dirancang oleh Pangeran Albert.

Hubungan Inggris - Jerman

Dalam pidato berbahasa Inggris dan Jerman, Raja Charles menyoroti sejarah panjang hubungan budaya Inggris–Jerman serta konsekuensi kelam dari konflik. Ia menyinggung perubahan sosial-politik setelah runtuhnya Tembok Berlin yang menurutnya dapat terasa “menggelisahkan dan bahkan menakutkan.” Ia menambahkan, “Ketakutan dapat memicu kemarahan dan kebencian,” sambil menekankan pentingnya demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum.

Suasana juga diselingi momen ringan. Charles melontarkan candaan seputar rivalitas sepak bola dengan mengutip ungkapan terkenal sepak bola adalah permainan 11 lawan 11 di mana pada akhirnya Jerman yang menang. Ia juga menggambarkan kereta kuda kerajaan sebagai kendaraan rendah emisi terbaik.

Jamuan

Menu jamuan memadukan hidangan Inggris dan Jerman, termasuk tartlet trout asap, partridge pastry, sayuran musim dingin, serta Baked Alaska dengan es krim blackberry, vanilla, dan raspberry. Koktail khusus beraroma Black Forest gateau turut disajikan.

Sebelumnya, Presiden Steinmeier dan istrinya, Elke Budenbender, menerima upacara penyambutan resmi termasuk parade militer dengan 850 personel dan 150 kuda. Ada pula pertukaran hadiah, termasuk payung, ornamen pohon Natal, nutcracker, dan salinan Christmas Oratorio karya Bach.

Usai rangkaian acara kerajaan, Steinmeier bertemu PM Starmer di Downing Street. Ia mengatakan hubungan kedua negara kini berada dalam kondisi “jauh lebih baik” setelah kesulitan pasca-Brexit. Ia juga menyoroti situasi keamanan Eropa dan memuji perjanjian Inggris–Jerman yang ditandatangani Juli lalu.

Kunjungan kenegaraan ini juga mencakup simbol rekonsiliasi. Termasuk rencana Steinmeier mengunjungi reruntuhan Katedral Coventry yang dihancurkan pada Perang Dunia II.

Sementara itu, kelompok antimonarki Republic mengklaim dicegah berunjuk rasa. Polisi Thames Valley menyatakan mereka telah “memfasilitasi protes damai” dan meminta pengunjuk rasa bergeser ke area yang ditentukan demi keselamatan publik dan hewan dalam prosesi. Polisi menegaskan tidak ada penangkapan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik