Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
EMIR Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier membahas perkembangan di Jalur Gaza, Palestina, di tengah berlangsungnya jeda kemanusiaan antara Israel dan Hamas.
Dalam pernyataan Amiri Diwan dari Qatar, Tamim menyerukan gencatan senjata permanen, melindungi warga sipil, dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Jalur Gaza.
Emir menekankan pentingnya menemukan solusi yang menjamin keberadaan kedua negara sesuai dengan resolusi PBB, tambah pernyataan itu.
Baca juga : Nihil Sanksi untuk Israel, Yahudi di Jerman Jadi Sasaran Kemarahan
Kedua pemimpin juga membahas hubungan bilateral antara Qatar dan Jerman, menjajaki cara untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Pada Senin, 27 November 2023 malam, Qatar selaku mediator Israel dan Hamas, mengumumkan perpanjangan jeda kemanusiaan selama dua hari lagi, dari semula 4 hari.
Baca juga : Kota Jenin Mencekam, Israel Tembak Dua Anak hingga Tewas di Tempat
Hingga Rabu, 29 November 2023, total 60 sandera wanita dan anak-anak Israel telah dibebaskan oleh Hamas di masa gencatan senjata. Beberapa di antaranya berkewarganegaraan ganda.
Sebagai imbalannya, 180 tahanan Palestina telah dibebaskan dari penjara Israel, dengan perbandingan tiga banding satu.
Lebih dari 20 sandera lainnya sebagian besar dari mereka adalah pekerja migran Thailand, telah dibebaskan secara terpisah bersamaan dengan proses gencatan senjata, tanpa disertai pembebasan tahanan.
Meski ratusan orang telah dibebaskan, Israel kembali menangkap warga Palestina. Selama gencatan senjata sementara 4 hari saja Israel sudah menangkap 260 warga Palestina.
"Israel telah menahan lebih dari 3.200 warga Palestina di Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023," kata Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina.
Mayoritas dari mereka yang ditangkap diambil dari rumah mereka atau saat berada di pos pemeriksaan Israel, seperti diberitakan Al Arabiya.
Perjanjian gencatan senjata awal, yang dimediasi oleh Qatar, Mesir dan Amerika Serikat, berlangsung selama empat hari, dan kemudian diperpanjang dua hari lagi.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dijadwalkan berada di Israel pada hari Kamis (30/11) besok, untuk mendorong perpanjangan lebih lanjut.
Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober.
Tragedi ini telah menewaskan lebih dari 15.000 orang, termasuk 6.150 anak-anak dan 4.000 perempuan, menurut Hamas, penguasa Gaza.
Sementara, korban tewas resmi di Israel mencapai 1.200 orang, termasuk ratusan tentaranya. (Anadolu/AFP/Z-4)
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Merz juga menegaskan kembali penolakannya untuk mengirim kapal perang Jerman ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Qatar mengecam pelanggaran gencatan senjata Israel di Jalur Gaza.
PENGUASA Qatar mengecam negara-negara yang mendukung Israel karena membenarkan pembunuhan massal di Gaza, Palestina, dalam perangnya dengan Hamas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved