Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUASA Qatar mengecam negara-negara yang mendukung Israel karena membenarkan pembunuhan massal di Gaza, Palestina, dalam perangnya dengan Hamas. Faktanya, lebih dari 5.000 warga sipil Gaza meninggal dunia dan jutaan lainnya mengungsi karena aksi teror tersebut.
“Kami mengatakan cukup sudah,” kata Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani pada pertemuan Dewan Syura, badan legislatif Qatar, menurut terjemahan yang dirilis oleh istana kerajaan.
“Tidak dapat dipertahankan bagi Israel untuk diberikan lampu hijau tanpa syarat dan kebebasan untuk melakukan pembunuhan, juga tidak dapat dipertahankan untuk terus mengabaikan realitas pendudukan, pengepungan dan pemukiman,” demikian dikutip dari AFP, Selasa (24/10).
Baca juga : Kapasitas 200, RS Gaza Tangani 800 Pasien
Diketahui, negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis telah bersatu untuk mendukung Israel dan menegaskan hak mereka untuk membela diri setelah serangan mematikan bulan ini oleh kelompok Islam Palestina. Para pemimpin mereka bergantian mengunjungi Israel demi menyokong pembunuhan massal di Gaza.
Mereka beralasan, pembunuhan massal tersebut dilakukan sebagai balasan penyerbuan kelompok militan Hamas ke Israel pada 7 Oktober yang diklaim menewaskan sedikitnya 1.400 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 222 orang.
Baca juga : Tanpa Dibius, Anak Gaza Jalani Operasi dengan Membaca Al-Quran
Namun, faktanya, lebih dari 5.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, telah terbunuh di Jalur Gaza dalam pemboman Israel yang tiada henti sebagai pembalasan atas serangan tersebut, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut.
“Saat ini tidak boleh dibiarkan menggunakan penghentian pasokan air dan pencegahan obat-obatan dan makanan sebagai senjata terhadap seluruh penduduk,” kata emir menyoroti tindakan Israel yang memutus pasokan air, makanan, listrik dan obat di Gaza.
Qatar, sekutu AS yang menjadi tuan rumah pangkalan militer besar AS, juga menjadi tuan rumah kantor Hamas yang juga berfungsi sebagai kediaman utama pemimpinnya yang mengasingkan diri, Ismail Haniyeh.
Kerajaan Teluk yang kaya ini telah bertindak sebagai saluran komunikasi dengan Hamas dan memainkan peran penting dalam negosiasi untuk membebaskan para sandera, dan sejauh ini empat orang sudah dibebaskan, terdiri dari dua warga negara AS dan dua warga negara Israel.
“Kami menyerukan sikap sungguh-sungguh di kawasan dan internasional sehubungan dengan eskalasi berbahaya yang kita saksikan, dan yang mengancam keamanan kawasan dan dunia.”
Dia menambahkan: “Kami ingin bertanya kepada mereka yang mendukung perang, dan mereka yang bertindak untuk membungkam perbedaan pendapat: apa yang akan terjadi setelah perang ini?
“Apakah hal ini akan membawa keamanan dan stabilitas bagi Israel dan Palestina? Ke mana tujuan Palestina setelahnya?” pungkas Emir Qatar. (Z-4)
Qatar mengecam pelanggaran gencatan senjata Israel di Jalur Gaza.
EMIR Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier membahas perkembangan di Jalur Gaza, Palestina, Rabu (29/11).
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved