Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Militer Ukraina sedang menyiapkan serangan balasan ke Bakhmut,pada hari Minggu, (13/3). Seorang komandan tertinggi militer Ukraina mengatakan pertahanan pasukannya terhadap serangan sengit Rusia di Bakhmut diperlukan upaya mengulur waktu.
Pernyataan tersebut muncul ketika intelijen Inggris mengatakan garis depan telah bergeser dalam pertempuran untuk merebut Bakhmut, tetapi kemajuan Rusia lebih lanjut dan sangat menantang.
Beberapa pakar militer mempertanyakan alasan untuk terus mempertahankan kota itu. Namun, komandan pasukan darat Ukraina, Oleksandr Syrsky, mengatakan hal itu membantu mengulur waktu untuk persiapan serangan balasan yang akan datang.
Baca juga: NATO: Bakhmut akan Jatuh ke Tangan Rusia
"Pahlawan sejati sekarang adalah para pejuang yang mempertahankan front timur di pundak mereka, dan menimbulkan kerugian terberat yang mungkin terjadi, baik bagi diri mereka sendiri maupun musuh," kata Syrsky dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, dilansir AFP.
"Penting untuk mengulur waktu untuk membangun cadangan dan meluncurkan serangan balasan, yang tidak lama lagi,” sebutnya.
Baca juga: Rusia Gempur Ukraina, Padamkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia
Dalam sebuah video yang dirilis pada hari Sabtu, (11/2), Yevgeny Prigozhin, kepala kelompok tentara bayaran Rusia, mengatakan pasukannya sudah dekat dengan pusat administrasi kota. Berdiri di atap sebuah gedung bertingkat di daerah yang disebut sebagai Bakhmut, Prigozhin terlihat menunjuk ke sebuah bangunan di kejauhan.
"Ini adalah gedung pemerintahan kota, ini adalah pusat kota," katanya, mengenakan pakaian militer lengkap.
"Jaraknya satu kilometer dan dua ratus meter,” lanjutnya.
Berbicara di tengah dentuman artileri di latar belakang, Prigozhin mengatakan yang terpenting sekarang adalah menerima lebih banyak amunisi dari tentara dan bergerak maju.
Kementerian Pertahanan Ukraina pada hari Sabtu melaporkan pasukannya telah menangkis lebih dari 100 serangan Rusia selama hari terakhir di sepanjang garis depan timur.
(Z-9)
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved