Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Militer Ukraina sedang menyiapkan serangan balasan ke Bakhmut,pada hari Minggu, (13/3). Seorang komandan tertinggi militer Ukraina mengatakan pertahanan pasukannya terhadap serangan sengit Rusia di Bakhmut diperlukan upaya mengulur waktu.
Pernyataan tersebut muncul ketika intelijen Inggris mengatakan garis depan telah bergeser dalam pertempuran untuk merebut Bakhmut, tetapi kemajuan Rusia lebih lanjut dan sangat menantang.
Beberapa pakar militer mempertanyakan alasan untuk terus mempertahankan kota itu. Namun, komandan pasukan darat Ukraina, Oleksandr Syrsky, mengatakan hal itu membantu mengulur waktu untuk persiapan serangan balasan yang akan datang.
Baca juga: NATO: Bakhmut akan Jatuh ke Tangan Rusia
"Pahlawan sejati sekarang adalah para pejuang yang mempertahankan front timur di pundak mereka, dan menimbulkan kerugian terberat yang mungkin terjadi, baik bagi diri mereka sendiri maupun musuh," kata Syrsky dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, dilansir AFP.
"Penting untuk mengulur waktu untuk membangun cadangan dan meluncurkan serangan balasan, yang tidak lama lagi,” sebutnya.
Baca juga: Rusia Gempur Ukraina, Padamkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia
Dalam sebuah video yang dirilis pada hari Sabtu, (11/2), Yevgeny Prigozhin, kepala kelompok tentara bayaran Rusia, mengatakan pasukannya sudah dekat dengan pusat administrasi kota. Berdiri di atap sebuah gedung bertingkat di daerah yang disebut sebagai Bakhmut, Prigozhin terlihat menunjuk ke sebuah bangunan di kejauhan.
"Ini adalah gedung pemerintahan kota, ini adalah pusat kota," katanya, mengenakan pakaian militer lengkap.
"Jaraknya satu kilometer dan dua ratus meter,” lanjutnya.
Berbicara di tengah dentuman artileri di latar belakang, Prigozhin mengatakan yang terpenting sekarang adalah menerima lebih banyak amunisi dari tentara dan bergerak maju.
Kementerian Pertahanan Ukraina pada hari Sabtu melaporkan pasukannya telah menangkis lebih dari 100 serangan Rusia selama hari terakhir di sepanjang garis depan timur.
(Z-9)
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk memutuskan penggunaan aset Rusia yang dibekukan guna mendanai Ukraina. Simak rincian rencana dan tantangan hukumnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap AS mengusulkan penarikan Ukraina dari sebagian Donetsk dan pembentukan zona ekonomi khusus.
Ukraina mengajukan respons atas proposal perdamaian AS di tengah percepatan negosiasi dengan Rusia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved