Kamis 26 Januari 2023, 15:29 WIB

PBB: Korut dan Korsel Langgar Gencatan Senjata dengan Terbangkan Drone

 Ferdian Ananda Majni | Internasional
PBB: Korut dan Korsel Langgar Gencatan Senjata dengan Terbangkan Drone

Ist/KCNA
Drone atau pewawat nirawak militer Korea Utara ditunjukkan saat parade militer di Pyongyang, Korea Utara.

 

KOMANDO Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Kamis (26/1), Korea Utara (korut) dan Korea Selatan (Korsel) melanggar gencatan senjata yang mengatur perbatasan bersama.

Kedua negara itu justru mengirimkan pesawat nirawak atau drone dengan melintasi wilayah udara masing-masing pada Desember 2022 lalu.

Lima pesawat nirawak Korut menyeberang ke Korea Selatan pada tanggal 26 Desember 2022.

Tindakan Korut dibalas militer Korset untuk mengerahkan jet tempur dan helikopter serta mengirimkan drone pengintai ke wilayah perbatasan dengan Korea Utara untuk memotret instalasi militernya.

Baca juga: Ketegangan di Semenanjung Korea Kian Membara

Komando PBB, yang telah membantu mengawasi Zona Demiliterisasi (DMZ) antara kedua Korea sejak gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran pada Perang Korea 1950 hingga 1953, melakukan penyelidikan khusus terhadap serangan di wilayah udara untuk menentukan apakah ada pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Tindakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak merupakan pelanggaran, tetapi upaya Korsel untuk menembak jatuh pesawat tak berawak di wilayah udaranya tidak melanggar gencatan senjata, kata komando tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan kembali bahwa kepatuhan terhadap ketentuan Gencatan Senjata sangat penting untuk mengurangi risiko insiden yang tidak disengaja maupun yang disengaja melalui pencegahan eskalasi, dan untuk melestarikan penghentian permusuhan di Semenanjung Korea," kata pernyataan itu.

Penggunaan pesawat nirawak oleh militer Korsel di daerah sepanjang perbatasan Korut merupakan tindakan pertahanan diri terhadap serangan pesawat nirawak Korut, dan tidak dibatasi oleh Perjanjian Gencatan Senjata, demikian ungkap juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan.

Korut belum memberikan komentar secara terbuka mengenai insiden pesawat nirawak tersebut. (CNA/Fer/OL-09)

Baca Juga

AFP

Ancaman Korut Meningkat, AS dan Korsel Perkuat Kerja Sama Keamanan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 31 Januari 2023, 21:56 WIB
Amerika Serikat dan Korea Selatan sepakat untuk memperluas latihan militer bersama dan kerja sama keamanan, di tengah ancaman nuklir dari...
AFP

Mayoritas Korban Bom Bunuh Diri di Pakistan Anggota Kepolisian

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 31 Januari 2023, 21:42 WIB
Hingga saat ini, jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di wilayah Peshawar, Pakistan, mencapai 89 orang. Adapun 150 orang...
AFP/Noel CELIS

Tiongkok Yakin Pandemi Segera Berakhir

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 14:34 WIB
Otoritas kesehatan Tiongkok merasa yakin pandemi covid-19 segera berakhir seiring dengan jumlah kasus positif dan kematian yang terus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya