Selasa 24 Januari 2023, 09:45 WIB

Polandia Desak Jerman Izinkan Pengiriman Tank Leopard 2 A4 ke Ukraina

Cahya Mulyana | Internasional
Polandia Desak Jerman Izinkan Pengiriman Tank Leopard 2 A4 ke Ukraina

AFP
Tank Leopard 2 A4 buatan Jerman yang diminta Ukraina.

 

POLANDIA bersedia mengirim tank Leopard 2 A4 buatan Jerman ke Ukraina tanpa persetujuan. Tetapi Warsawa akan meminta izin dari Jerman karena Ukraina menekan sekutunya untuk memasok persenjataan berat.

Negara-negara Eropa pada Senin (23/1), sepakat untuk membelanjakan 500 juta euro (US$543 juta) lagi untuk mempersenjatai Kyiv. Dukungan militer terbaru untuk upaya membantu militer Ukraina memukul mundur pasukan Rusia.

Sejumlah negara telah menjanjikan mengirim perangkat militer kepada Ukraina.

Namun pihak Kyiv menuntut senjata yang lebih canggih dan lebih berat, terutama tank Leopard 2 yang kuat – yang dipandang sebagai kunci untuk menembus garis musuh.

Jerman batal mengirim tank Leopard 2 A4 untuk meningkatkan kekuatan militer Ukraina karena mendapat tekanan dan ancaman dari Rusia.

Setelah berhari-hari mengalami tekanan dan penundaan, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan Jerman tidak akan menghalangi jika Polandia mengirim tank Leopard 2 A4 untuk militer Ukraina.

Baca juga: Pasukan Rusia Memasuki Dua Kota di Provinsi Zaporizhia, Ukraina

"Kami akan meminta persetujuan ini," kata Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki sebelum mengirim tank Leopard buatan Jerman tersebut, 

Morawiecki tidak merinci kapan permintaan ke Jerman akan dilayangkan. Dia mengatakan bahwa Polandia sedang membangun koalisi negara-negara yang siap mengirim tank tempur Leopard 2 ke Ukraina.

“Bahkan jika pada akhirnya kami tidak mendapatkan persetujuan seperti itu, kami tetap akan memberikan tank kami ke Ukraina dalam koalisi kecil negara-negara, bahkan jika Jerman tidak berada dalam koalisi itu,” kata Morawiecki.

Ukraina, yang masih menggunakan tank era Soviet, mengatakan keragu-raguan sekutunya dalam memasok persenjataan akan membunuh lebih banyak penduduk sipil.

Polandia mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka siap mengirimkan 14 tank Leopard ke Kyiv tetapi menunggu pernyataan yang jelas dari Berlin yang mengesahkan transfer tersebut.

Berlin menekankan perlunya semua sekutu untuk bekerja sama.

Juru bicara Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan kembali sikap itu. Dia mengatakan pemerintah tidak mempermasalahkan transfer tank ke Ukraina namun belum secara resmi diizinkan.

Meskipun Berlin telah memberikan bantuan yang substansial, telah berulang kali dikritik karena berlambat-lambat dalam menyediakan perangkat keras militer.

Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Hebestreit mengatakan penting bagi Jerman untuk tidak mengambil langkah sembrono yang mungkin akan disesali.

“Ini adalah pertanyaan sulit tentang hidup dan mati. Kita harus bertanya apa artinya ini bagi pertahanan negara kita sendiri. Saya berasumsi bahwa ini bukan masalah bulan sekarang," paparnya.

Julian Pawlak, seorang rekan peneliti di Universitas Angkatan Bersenjata Federal Hamburg mengatakan banyak negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat telah mengirim berbagai senjata ke Ukraina, namun akan jauh berdampak dengan mengirim 300 tank sebanyak itu atau 600 kendaraan tempur infanteri.

"Sementara Ukraina terus menggunakan tank era Soviet, di beberapa titik jumlahnya akan berkurang dan Ukraina akan semakin bergantung pada amunisi barat dan akibatnya, juga lebih pada aset barat,” kata Pawlak. (Aljazeera/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP/Ludovic MARIN

Demi Dukungan Publik, Macron Siap Ubah Batas Pensiun

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 20:20 WIB
Macron berusaha mencari dukungan untuk melawan rivalnya menjelang debat...
AFP/HO/Angkatan Laut Brasil

Brasil Kubur Kapal Induk Eks Prancis di Samudra Atlantik

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 18:50 WIB
Keputusan menenggelamkan kapal induk yang diberi nama Sao Paulo karena gagal menemukan pelabuhan yang bersedia menampung kapal...
AFP

Tiongkok Kecam Penembakan Balon Udaranya oleh Amerika

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 12:58 WIB
Beijing mengatakan Amerika Serikat bersikeras menggunakan kekuatan, jelas bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya