Kamis 29 Desember 2022, 10:22 WIB

Kota Kherson Terus Digempur Militer Rusia

Cahya Mulyana | Internasional
Kota Kherson Terus Digempur Militer Rusia

Dimitar DILKOFF / AFP
Asap hitam mengepul ke udara di Kota Kherson bersamaan dengan serangan rudal Rusia. Tampak seorang pria membawa korban luka ke ambulans.

 

PASUKAN militer Rusia meningkatkan serangan mortir dan artileri ke arah Kota Kherson yang kini dikuasai militer Ukraina.

Kota yang semula dikuasai pasukan Rusia dan kemudian pasukan Rusia menarik diri dari Kherson.

Serangan militer Rusia juga menargetkan sepanjang garis depan di wilayah timur Ukraina.

Rusia menembakkan 33 rudal dari beberapa peluncur roket di Kherson dalam 24 jam hingga Rabu (28/12). Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Rusia menginginkan situasi di Ukraina segera selesai dengan perdamaian.

Lavrov juga mengatakan Rusia akan memperkuat pasukan dan teknologi pertahanan di wilayah Ukraina yang dikuasai militer Rusia.

Baca juga: Jerman Desak Rusia dan Ukraina Berdamai

Dia mengatakan bahwa pasukan Moskow yang dimobilisasi telah menjalani pelatihan.

"Kami terlibat dalam kegiatan yang akan memungkinkan kami untuk bekerja jauh lebih efisien di wilayah ini dalam waktu dekat," kata Lavrov.

Pasukan Rusia meninggalkan Kota Kherson bulan lalu dalam salah satu kemenangan paling signifikan Ukraina dalam perang.

Wilayah Kherson, di muara Sungai Dnipro yang strategis, berfungsi sebagai pintu gerbang ke Krimea yang dicaplok Rusia.

Kegembiraan penduduk Kherson atas pembebasan kota dengan cepat berubah menjadi ketakutan di tengah penembakan Rusia tanpa henti dari tepi timur Dnipro, dan banyak yang telah melarikan diri.

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersikeras tidak ingin berdamai dengan Rusia.

Sebab syarat yang diajukan Rusia sulit untuk diterima yakni menyerahkan seluruh wilayah yang sudah dianeksasi, Luhansk dan Donetsk di timur, dan Kherson dan Zaporizhzhia di Selatan.

Zelensky mengatakan kepada parlemen Ukraina untuk tetap bersatu dalam menghadapi invasi Rusia.

"Warna nasional kita hari ini adalah simbol keberanian internasional dan kegigihan seluruh dunia," katanya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris menilai Rusia memperkuat bagian Kreminna yang penting secara logistik. Wilayah itu kekuatan militer Ukraina tidak terlalu besar. (CNA/Cah/OL-09)

Baca Juga

dok.AFP

Tentara dan Polisi Bersihkan Jalan dari Pengunjuk Rasa Peru

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 27 Januari 2023, 13:25 WIB
PEMERINTAH Peru mengerahkan polisi dan tentara untuk membongkar penghalang di jalan raya untuk memperlancar distribusi bahan pokok dan...
AFP

Jepang Perketat Sanksi terhadap Rusia dan Perluas Daftar Larangan Ekspor

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 27 Januari 2023, 11:49 WIB
Mereka menambahkan beberapa barang ke dalam daftar larangan ekspor dan membekukan aset-aset para pejabat dan entitas-entitas...
Alaa BADARNEH / POOL / AFP

Presiden Palestina Umumkan Berkabung Nasional Atas Peristiwa di Kamp Jenin

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 09:15 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Kamis (26/1) mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari bagi warga Palestina yang tewas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya