Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengumumkan eksekusi mati, Mohsen Shekari, seorang tahanan denngan tuduhan kejahatan selama protes kematian Mahsa Amini. Shekari telah ditangkap pada 25 September, kemudian dihukum pada 20 November atas tuduhan moharebeh, istilah Farsi yang berarti berperang melawan Tuhan.
Hukuman ini juga mengancam sejumlah tahanan lain yang terlibat selama aksi besar-besaran di Iran. Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) mencatat sebanyak tujuh tahanan dalam perkara serupa yang sudah dieksekusi.
“Eksekusi Shekari harus saya tanggapi dengan reaksi Kuat jika tidak kita akan menghadapi eksekusi setiap hari,” tulis Direktur Kelompok Aktivis HAM Iran yang berbasis di Oslo Mahmood Amiry-Moghaddam.
Menurut dia eksekusi ini harus memiliki konsekuensi bagi Iran yang setimpal dari masyarakat dunia. Kantor berita Iran Mizan melaporkan eksekusi tersebut.
Baca juga: Elon Musk Sempat Tergusur dari Puncak Daftar Miliarder Forbes
Sebelum ditangkap, Shekari memblokir jalan dan menyerang seorang anggota pasukan keamanan dengan parang di Teheran. Dia telah dihukum di Pengadilan Revolusi Teheran, yang biasanya menangani kasus tertutup yang telah dikritik secara internasional dalam kasus lain.
Tuduhan itu telah dikenakan dalam beberapa dekade sejak 1979 dengan ancaman hukuman mati. Iran telah diguncang oleh demonstrasi sejak kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun pada 16 September, yang meninggal setelah ditahan oleh polisi moralitas negara itu.(AFP/OL-4)
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Reza Pahlavi menyatakan keyakinannya bahwa keruntuhan Republik Islam Iran hanyalah masalah waktu.
Presiden Donald Trump klaim Iran tunda eksekusi Erfan Soltani usai ancaman aksi militer AS.
Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada rezim Iran terkait rencana eksekusi mati demonstran, termasuk profesor Erfan Soltani.
Laporan terkini PBB mengungkapkan pemerintah Korea Utara semakin sering menerapkan hukuman mati.
Iran menghukum mati sembilan terpidana pengedar narkoba dalam beberapa hari terakhir. Negara ini merupakan salah satu negara dengan tingkat eksekusi tertinggi di dunia.
Ali Reza Akbari memiliki status kewarganegaraan ganda, Iran-Inggris. Dia dituduh telah melakukan spionase terhadap sejumlah situs dan dokumen rahasia untuk kepentingan Inggris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved