Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UKRAINAN meminta Iran untuk menghentikan ekspor senjata ke Rusia. Kremlin menegaskan sudah merampungkan 300ribu dalam program mobilisasi tentara cadangan untuk dikerahkan di Ukraina.
"Saya menuntut Iran untuk segera menghentikan aliran senjata ke Rusia yang digunakan untuk membunuh warga sipil dan menghancurkan infrastruktur penting di Ukraina," papar Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba.
Ia mengatakan dia telah menerima panggilan telepon dari Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian. Isi pembicaraannya mengenai ekspor drone atau pesawat udara nirawak.
Ukraina dan sekutunya yakni negara-negara Barat menuduh Iran mengirim drone kamikaze ke Rusia yang kemudian digunakan untuk menghancurkan infrastruktur termasuk jaringan listrik. Namun Iran membantah tuduhan itu."
Baca juga: Trump Ajak Warga Brasil Pilih Kembali Bolsonaro
Terpisah, Rusia telah memobilisasi 300ribu tentara cadangan. Mereka dikerahkan Kremlin di Ukraina usai mendapatkan pelatihan singkat hanya dalam waktu sebulan.
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin mengatakan "tugas merekrut 300ribu tentara cadangan telah selesai."
Ia menambahkan bahwa 41ribu tentara telah dikerahkan ke unit militer di Ukraina. Putin meminta Shoigu untuk berterima kasih kepada pasukan yang dimobilisasi atas patriotisme mereka. (AFP/OL-4)
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kecemasan akan aksi militer sudah berbulan-bulan menghantui warga Venezuela sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengerahkan armada laut besar ke Karibia.
Peta diplomasi penyelesaian konflik Ukraina-Rusia semakin rumit, dengan Eropa ingin terlibat, Amerika Serikat ingin memimpin, dan Rusia mencari legitimasi.
Protes yang diselenggarakan oleh partai Sahra Wagenknecht Alliance Reason and Justice (BSW) tersebut berlangsung di Gerbang Brandenburg.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Kepala Negara mengingatkan bahwa meskipun Indonesia tidak menyukai perang, realitas menunjukkan konflik bersenjata terjadi di berbagai belahan dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved