Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA telah menangkap delapan tersangka kasus ledakan yang merusak jembatan strategis yang menghubungkan Krimea dengan Rusia. Moskow menganggap insiden yang terjadi Sabtu (8/10) di Jembatan Selat Kerch itu sebagai serangan teroris dinas rahasia Ukraina.
Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pada Rabu (12/10) bahwa pihaknya telah menangkap lima warga negara Rusia dan tiga warga negara Ukraina dan Armenia. Dalam penangkapan delapan tersangka itu juga diamankan bahan peledak yang disimpan dalam gulungan film plastik.
"Barang bukti itu dikirim dari pelabuhan Ukraina, Odesa, pada Agustus dan transit melalui Bulgaria, Georgia, dan Armenia sebelum memasuki Rusia," kata FSB.
FSB menuduh dinas intelijen Ukraina dan direkturnya, Kyrylo Budanov, mengorganisir serangan itu. Dua belas orang juga diidentifikasi sebagai kaki tangan yang turut serta dalam peledakan jembatan tersebut.
Insiden itu menewaskan empat orang. Ukraina belum secara resmi mengonfirmasi tuduhan FSB, tetapi beberapa pejabat Ukraina merayakan insiden tersebut. Seorang pejabat senior Ukraina menolak hasil penyelidikan Rusia.
"Seluruh kegiatan FSB dan Komite Investigasi adalah omong kosong," kata penyiar publik Ukraina Suspilne mengutip juru bicara Menteri Dalam Negeri Andriy Yusov.
Dia menggambarkan FSB dan Komite Investigasi sebagai struktur palsu yang melayani rezim Putin, jadi kami pasti tidak akan mengomentari pernyataan mereka selanjutnya.
Satu bagian dari jembatan sepanjang 19 kilometer (12 mil) hancur, yang menghentikan lalu lintas. Jembatan itu merupakan proyek prestise yang dibuka secara pribadi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2018 dan telah menjadi vital secara logistik untuk kampanye militernya.
Baca juga: Ukraina Minta Perhatian Dunia usai Kyiv Dibombardir Rusia
Rusia meluncurkan serangan rudal massal terhadap kota-kota Ukraina sebagai balasan dari serangan terhadap jembatan tersebut. Sebanyak 19 orang tewas di seluruh Ukraina dalam sehari dan dengan puluhan terluka.
Pada pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas ledakan jembatan Krimea. Setiap serangan Ukraina lebih lanjut akan menghasilkan tanggapan parah dari Moskow.
Puluhan ledakan mengguncang kota-kota, termasuk ibu kota, Kyiv, yang selama berbulan-bulan berada dalam keadaan relatif tenang. Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan 75 rudal diluncurkan, 41 di antaranya dihalau oleh sistem pertahanan udara.
Rudal juga menghantam Lviv, dekat perbatasan dengan Polandia, serta Kota Dnipro, lebih dekat ke garis depan timur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (11/10), mengimbau para pemimpin negara-negara Kelompok Tujuh (G7) untuk lebih banyak kemampuan pertahanan udara.
G7 yang terdiri atas Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat berjanji untuk melanjutkan dukungan finansial kemanusiaan, militer, diplomatik, dan hukum selama diperlukan ke Ukraina.
Mereka mengatakan serangan terhadap warga sipil merupakan kejahatan perang dan berjanji untuk meminta pertanggungjawaban Putin. Pada pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas pencaplokan Moskow atas empat wilayah yang sebagian diduduki Ukraina, Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya menyebut Rusia negara teroris yang harus dicegah dengan cara sekuat mungkin.
Sementara itu, Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko memerintahkan pasukan untuk dikerahkan bersama pasukan Rusia di dekat Ukraina. (Aljazeera/OL-16)
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved