Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA telah menangkap delapan tersangka kasus ledakan yang merusak jembatan strategis yang menghubungkan Krimea dengan Rusia. Moskow menganggap insiden yang terjadi Sabtu (8/10) di Jembatan Selat Kerch itu sebagai serangan teroris dinas rahasia Ukraina.
Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pada Rabu (12/10) bahwa pihaknya telah menangkap lima warga negara Rusia dan tiga warga negara Ukraina dan Armenia. Dalam penangkapan delapan tersangka itu juga diamankan bahan peledak yang disimpan dalam gulungan film plastik.
"Barang bukti itu dikirim dari pelabuhan Ukraina, Odesa, pada Agustus dan transit melalui Bulgaria, Georgia, dan Armenia sebelum memasuki Rusia," kata FSB.
FSB menuduh dinas intelijen Ukraina dan direkturnya, Kyrylo Budanov, mengorganisir serangan itu. Dua belas orang juga diidentifikasi sebagai kaki tangan yang turut serta dalam peledakan jembatan tersebut.
Insiden itu menewaskan empat orang. Ukraina belum secara resmi mengonfirmasi tuduhan FSB, tetapi beberapa pejabat Ukraina merayakan insiden tersebut. Seorang pejabat senior Ukraina menolak hasil penyelidikan Rusia.
"Seluruh kegiatan FSB dan Komite Investigasi adalah omong kosong," kata penyiar publik Ukraina Suspilne mengutip juru bicara Menteri Dalam Negeri Andriy Yusov.
Dia menggambarkan FSB dan Komite Investigasi sebagai struktur palsu yang melayani rezim Putin, jadi kami pasti tidak akan mengomentari pernyataan mereka selanjutnya.
Satu bagian dari jembatan sepanjang 19 kilometer (12 mil) hancur, yang menghentikan lalu lintas. Jembatan itu merupakan proyek prestise yang dibuka secara pribadi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2018 dan telah menjadi vital secara logistik untuk kampanye militernya.
Baca juga: Ukraina Minta Perhatian Dunia usai Kyiv Dibombardir Rusia
Rusia meluncurkan serangan rudal massal terhadap kota-kota Ukraina sebagai balasan dari serangan terhadap jembatan tersebut. Sebanyak 19 orang tewas di seluruh Ukraina dalam sehari dan dengan puluhan terluka.
Pada pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas ledakan jembatan Krimea. Setiap serangan Ukraina lebih lanjut akan menghasilkan tanggapan parah dari Moskow.
Puluhan ledakan mengguncang kota-kota, termasuk ibu kota, Kyiv, yang selama berbulan-bulan berada dalam keadaan relatif tenang. Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan 75 rudal diluncurkan, 41 di antaranya dihalau oleh sistem pertahanan udara.
Rudal juga menghantam Lviv, dekat perbatasan dengan Polandia, serta Kota Dnipro, lebih dekat ke garis depan timur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (11/10), mengimbau para pemimpin negara-negara Kelompok Tujuh (G7) untuk lebih banyak kemampuan pertahanan udara.
G7 yang terdiri atas Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat berjanji untuk melanjutkan dukungan finansial kemanusiaan, militer, diplomatik, dan hukum selama diperlukan ke Ukraina.
Mereka mengatakan serangan terhadap warga sipil merupakan kejahatan perang dan berjanji untuk meminta pertanggungjawaban Putin. Pada pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas pencaplokan Moskow atas empat wilayah yang sebagian diduduki Ukraina, Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya menyebut Rusia negara teroris yang harus dicegah dengan cara sekuat mungkin.
Sementara itu, Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko memerintahkan pasukan untuk dikerahkan bersama pasukan Rusia di dekat Ukraina. (Aljazeera/OL-16)
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan akan mempertimbangkan penghentian pasokan energi Rusia ke Eropa dan mengalihkannya ke pasar Asia.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved