Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA telah menangkap delapan tersangka kasus ledakan yang merusak jembatan strategis yang menghubungkan Krimea dengan Rusia. Moskow menganggap insiden yang terjadi Sabtu (8/10) di Jembatan Selat Kerch itu sebagai serangan teroris dinas rahasia Ukraina.
Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pada Rabu (12/10) bahwa pihaknya telah menangkap lima warga negara Rusia dan tiga warga negara Ukraina dan Armenia. Dalam penangkapan delapan tersangka itu juga diamankan bahan peledak yang disimpan dalam gulungan film plastik.
"Barang bukti itu dikirim dari pelabuhan Ukraina, Odesa, pada Agustus dan transit melalui Bulgaria, Georgia, dan Armenia sebelum memasuki Rusia," kata FSB.
FSB menuduh dinas intelijen Ukraina dan direkturnya, Kyrylo Budanov, mengorganisir serangan itu. Dua belas orang juga diidentifikasi sebagai kaki tangan yang turut serta dalam peledakan jembatan tersebut.
Insiden itu menewaskan empat orang. Ukraina belum secara resmi mengonfirmasi tuduhan FSB, tetapi beberapa pejabat Ukraina merayakan insiden tersebut. Seorang pejabat senior Ukraina menolak hasil penyelidikan Rusia.
"Seluruh kegiatan FSB dan Komite Investigasi adalah omong kosong," kata penyiar publik Ukraina Suspilne mengutip juru bicara Menteri Dalam Negeri Andriy Yusov.
Dia menggambarkan FSB dan Komite Investigasi sebagai struktur palsu yang melayani rezim Putin, jadi kami pasti tidak akan mengomentari pernyataan mereka selanjutnya.
Satu bagian dari jembatan sepanjang 19 kilometer (12 mil) hancur, yang menghentikan lalu lintas. Jembatan itu merupakan proyek prestise yang dibuka secara pribadi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2018 dan telah menjadi vital secara logistik untuk kampanye militernya.
Baca juga: Ukraina Minta Perhatian Dunia usai Kyiv Dibombardir Rusia
Rusia meluncurkan serangan rudal massal terhadap kota-kota Ukraina sebagai balasan dari serangan terhadap jembatan tersebut. Sebanyak 19 orang tewas di seluruh Ukraina dalam sehari dan dengan puluhan terluka.
Pada pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas ledakan jembatan Krimea. Setiap serangan Ukraina lebih lanjut akan menghasilkan tanggapan parah dari Moskow.
Puluhan ledakan mengguncang kota-kota, termasuk ibu kota, Kyiv, yang selama berbulan-bulan berada dalam keadaan relatif tenang. Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan 75 rudal diluncurkan, 41 di antaranya dihalau oleh sistem pertahanan udara.
Rudal juga menghantam Lviv, dekat perbatasan dengan Polandia, serta Kota Dnipro, lebih dekat ke garis depan timur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (11/10), mengimbau para pemimpin negara-negara Kelompok Tujuh (G7) untuk lebih banyak kemampuan pertahanan udara.
G7 yang terdiri atas Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat berjanji untuk melanjutkan dukungan finansial kemanusiaan, militer, diplomatik, dan hukum selama diperlukan ke Ukraina.
Mereka mengatakan serangan terhadap warga sipil merupakan kejahatan perang dan berjanji untuk meminta pertanggungjawaban Putin. Pada pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas pencaplokan Moskow atas empat wilayah yang sebagian diduduki Ukraina, Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya menyebut Rusia negara teroris yang harus dicegah dengan cara sekuat mungkin.
Sementara itu, Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko memerintahkan pasukan untuk dikerahkan bersama pasukan Rusia di dekat Ukraina. (Aljazeera/OL-16)
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved