Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS kebakaran hutan di Amazon, Brasil, mencapai level tertinggi selama 15 tahun terakhir. Pemantauan satelit mendeteksi 3.358 kebakaran pada Senin (22/8).
Catatan itu menjadi rekor terbaru mengalahkan tragedi yang disebut Hari Api pada 10 Agustus 2019. Kebakaran kali ini menimbulkan asap dan abu tebal yang mencapai Sao Paulo, sekitar 2.500 kilometer (1.500 mil) dari Amazon.
Kepala Program Pemantauan Kebakaran Alberto Setzer mengatakan tidak ada indikasi kebakaran bersifat alamiah. Sebaliknya, dia menduga bencana ini dilatarbelakangi modus deforestasi dan pembakaran disengaja.
Para ahli mengatakan kebakaran Amazon disebabkan pembukaan lahan peternakan dan pertanian.
"Wilayah di mana kebakaran paling banyak terjadi, bergerak semakin jauh ke utara. Busur deforestasi tidak diragukan lagi terus berkembang," kata Setzer.
Agustus, biasanya ketika musim kebakaran dimulai di Amazon, karena cuaca yang lebih kering. Total titik api mencapai 5.373 atau naik 8% dari Juli tahun lalu.
Peristiwa ini menjadi yang terburuk di bawah Presiden Brasil Jair Bolsonaro dengan total 63.764 sejak Agustus 2005. Bolsonaro merupakan sekutu bagi para pebisnis agribisnis.
Baca juga: Amazon Brasil Kehilangan 18 Pohon per Detik pada 2021
Sejak ia menjabat pada Januari 2019, rata-rata deforestasi tahunan di Amazon Brasil telah meningkat sebesar 75% dibandingkan dekade sebelumnya. Namun dia mengaku menolak pembalakan liar.
"Tidak seorang pun dari mereka yang menyerang kami memiliki hak. Jika mereka menginginkan hutan yang indah untuk disebut milik mereka, mereka seharusnya melestarikan hutan yang ada di negara mereka," tulisnya di Twitter.
Dia juga mengatakan Amazon milik orang Brasil dan akan selalu begitu.
"Amazon adalah milik orang Brasil, dan akan selalu begitu," tambahnya.
Bolsonaro berencana mencalonkan kembali untuk perebutan kursi presiden pada Oktober tahun ini. Langkah itu dikhawatirkan akan semakin mengancam kelestarian Amazon.
"Kami tahu dari tahun-tahun sebelumnya ada hubungan antara pemilu dan deforestasi. Dengan pejabat dan lembaga penegak terganggu oleh kampanye. Tahun ini, tingkat deforestasi kita tinggi dan masih banyak pohon yang ditebang menunggu untuk dibakar," kata Direktur Sains di Amazon Environmental Research Institute (IPAM) Ane Alencar.(AFP/OL-5)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi bidang tektit pertama yang pernah ditemukan di Brasil.
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Populer sebagai peneduh trotoar karena bunga kuningnya, Tecoma stans kini dikategorikan sebagai spesies invasif berbahaya di Brasil.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved