Jumat 29 Juli 2022, 22:49 WIB

Israel Tuntut Penyelidik PBB Mundur karena Dituding Antisemitisme

Mediaindonesia.com | Internasional
Israel Tuntut Penyelidik PBB Mundur karena Dituding Antisemitisme

AFP/Fabrice Coffrini.
Meirav Eilon Shahar.

 

ISRAEL pada Jumat (29/7) menuduh sejumlah anggota komisi PBB yang menyelidiki pelanggaran di Israel dan wilayah Palestina membuat dan membela komentar antisemitisme. Negara itu menuntut mereka mengundurkan diri dan membubarkan komisi tersebut.

"Sudah waktunya untuk membubarkan komisi ini," tulis duta besar Israel di Jenewa, Meirav Eilon Shahar, dalam surat kepada Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang dilihat oleh AFP. Dia mengatakan dia melihat, "Tidak ada cara yang mungkin," bagi tiga anggota Komisi Penyelidikan (COI), yang dibentuk oleh dewan tahun lalu, untuk melaksanakan peran mereka secara efektif. "Karena itu, (saya) minta ketiganya segera mengundurkan diri," katanya. 

Seorang juru bicara mengonfirmasi bahwa presiden dewan Federico Villegas menerima surat itu. Seruan Eilon Shahar menyusul komisaris Miloon Kothari yang menyinggung lobi Yahudi dan mempertanyakan kepantasan Israel menjadi anggota PBB. Ini menghidupkan kembali tuduhan lama bahwa dewan itu bias terhadap negara Yahudi.

Ditanya dalam wawancara yang diterbitkan Senin oleh publikasi online Mondoweiss tentang kritik negara-negara anggota terhadap komisi tersebut, Kothari menunjuk pada upaya yang lebih luas untuk melemahkan penyelidikan. "Kami sangat kecewa dengan media sosial yang sebagian besar dikendalikan oleh lobi Yahudi atau LSM tertentu. Banyak uang yang dicurahkan untuk mencoba mendiskreditkan kami," katanya.

Di luar konteks

Eilon Shahar mengirim surat kepada presiden dewan dua hari kemudian untuk memprotes bahwa Kothari telah membuat sejumlah komentar yang keterlaluan, termasuk beberapa yang jelas antisemitisme. Beberapa duta besar, termasuk dari Inggris dan Amerika Serikat, juga men-tweet kemarahan mereka atas pernyataan Kothari.

Ketua Komisi, Navi Pillay, mantan kepala hak asasi PBB, mengatakan dalam surat pada Kamis bahwa komentar Kothari tampaknya sengaja diambil di luar konteks dan telah sengaja salah kutip. Ia mengatakan komentarnya mencerminkan kekecewaan komisi dengan kurangnya kerja sama dari Israel dengan penyelidikannya.

Israel dengan tegas menolak untuk bekerja sama dengan COI, yang dibuat setelah konflik 11 hari pada 2021 antara Israel dan militan bersenjata di Gaza. Komisi sejauh ini sebagian besar menyalahkan Israel karena menyelidiki semua akar penyebab yang mendasari dalam konflik selama beberapa dekade.

Baca juga: Menentang Pemukiman, Remaja Palestina Ditembak Mati Tentara Israel

Eilon Shahar mengatakan Pillay telah, "Menggandakan dukungan komisi yang jelas untuk komentar antisemitisme yang dibuat oleh Mr. Kothari. Ini pembelaan yang tidak dapat dipertahankan," katanya.

"Dia telah mendukung antisemitisme. Dia telah mempermalukan seluruh institusi. Saya berharap Anda mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk meminta Nona Pillay dan komisaris lain untuk mengundurkan diri," tulisnya kepada presiden dewan. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Stefani Reynolds.

AS Prihatin dengan Penutupan LSM Palestina oleh Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:01 WIB
Washington mengatakan pada Kamis (18/8) bahwa pihaknya prihatin dengan penutupan paksa oleh pemerintah Israel terhadap beberapa LSM...
AFP/Hazem Bader.

Delegasi Israel Kunjungi Indonesia pada Akhir Juli

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 22:52 WIB
Delegasi Israel mengunjungi Indonesia yang mayoritas Muslim pada akhir...
AFP/Atta Kenare.

Iran Berupaya Bebaskan Warganya yang Ditahan Saudi saat Haji

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 22:35 WIB
Iran menggunakan semua kekuatan untuk mengamankan pembebasan salah satu warga negaranya yang ditangkap di Arab Saudi selama haji bulan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya