Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN junta militer Myanmar dicap Amnesty International telah melakukan kejahatan perang. Junta Myanmar menyebarkan ranjau darat yang merenggut banyak nyawa dan melukai warga sipil.
"Tentara junta Myanmar telah menempatkan ranjau darat di halaman rumah warga sipil, di pintu masuk, bahkan di depan toilet umum," kata Penasihat Senior bidang Krisis Amnesty International, Rawya Rageh.
Junta Myanmar beralasan perangkap mematikan itu untuk melawan pemberontakan. Rakyat Myanmar yang memiliki senjata bersatu membuat Pasukan Pertahanan Rakyat untuk melawan junta Myanmar.
Alasan itu digunakan junta Myanmar melakukan tindakan sewenang-wenang dengan menebar ranjau darat skala besar. Perangkat itu ditempatkan di sekitar desa-desa.
Baca juga: Junta Myanmar Tahan Aung San Suu Kyi di Penjara Super Ketat
Junta Myanmar juga telah memecah belah rakyat yang memicu pemberontakan berbasis etnis dan lusinan pasukan pertahanan rakyat. Fakta itu terungkap di negara bagian Kayah di dekat perbatasan Thailand.
Rageh mengatakan, Amnesty International mewawancarai para penyintas ranjau darat dan pekerja medis yang merawat mereka.
Junta Myanmar disebut telah menempatkan ranjau darat di setidaknya 20 desa, termasuk di jalan menuju sawah, yang mengakibatkan kematian dan cedera warga sipil.
Ia mengatakan Amnesty International juga telah mendokumentasikan beberapa contoh Junta Myanmar meletakkan ranjau di sekitar gereja dan di pekarangannya.
"Setidaknya satu kasus yang terdokumentasi, tentara menjebak sebuah tangga rumah dengan alat peledak improvisasi trip-wire," jelasnya.
Dia mengkhawatirkan tindakan junta Myanmar akan terus memakan korban sipil.
“Kami tahu dari pengalaman pahit bahwa kematian dan cedera warga sipil akan meningkat seiring waktu, dan kontaminasi yang meluas telah menghalangi orang untuk kembali ke rumah dan lahan pertanian mereka,” paparnya.
Sayangnya, kata dia, Myanmar tidak termasuk negara yang menandatangani konvensi PBB yang melarang penggunaan, penimbunan, atau penggunaan ranjau darat. Sehingga militer Myanmar telah berulang kali dituduh melakukan kekejaman dan kejahatan perang selama beberapa dekade.
Kekerasan militer terhadap minoritas Rohingya pada tahun 2017 mengirim sekitar 750.000 orang etnis tersebut melarikan diri ke negara tetangga seperti Bangladesh, serta laporan pemerkosaan, pembunuhan dan pembakaran fasilitas sipil.
Pada Maret, Amerika Serikat menyatakan bahwa kekerasan terhadap Rohingya sama dengan genosida, dengan mengatakan ada bukti yang jelas dari upaya untuk menghancurkan etnis tersebut.
Gambia menyeret Myanmar ke Mahkamah Internasional pada 2019, menuduh negara yang mayoritas beragama Buddha itu melakukan genosida terhadap minoritas Muslim.
Pengadilan yang berbasis di Den Haag itu akan memberikan penilaiannya atas keberatan awal Myanmar atas kasus tersebut akhir pekan ini.
Menyusul kudeta yang menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi, militer telah melancarkan tindakan keras berdarah terhadap perbedaan pendapat yang menurut kelompok pemantau lokal telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan membuat hampir 15.000 orang ditangkap. (AFP/Cah/OL-09)
Laporan NYT mengungkap AS menggunakan pesawat samaran sipil dalam serangan kapal Venezuela, memicu dugaan kejahatan perang dan taktik terlarang 'perfidy'.
Menhan Pakistan Khawaja Asif sebut AS standar ganda: Harusnya tangkap PM Israel Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan, bukan culik Presiden Venezuela Maduro.
Serangan lanjutan terhadap kapal diduga pengangkut narkoba di Karibia memicu reaksi keras dari anggota parlemen AS lintas partai.
Dokumen bocor ungkap proyek “Gaza Riviera” yang rencananya bangun kota futuristik di Gaza. Proposal ini dikecam karena dianggap sebagai deportasi massal.
HUMAN Rights Watch (HRW) memperingatkan bahwa personel militer Amerika Serikat berpotensi menghadapi tanggung jawab hukum internasional tentang kejahatan perang Israel di Jalur Gaza.
Sejumlah negara di dunia mengecam keras rencana Israel mengambil alih Gaza City, menilai langkah itu akan memperburuk konflik dan memicu pertumpahan darah.
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
PENGAJAR Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera Gita Putri Damayana menilai revisi Undang-Undang TNI (UU TNI) menghadapi krisis mendasar dari sisi kualitas penyusunan naskah akademik.
EDGE, perusahaan di bidang pertahanan asal Uni Emirat Arab, secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp.
AUSTRALIA dan Indonesia menyepakati perjanjian keamanan baru yang akan memperdalam kerja sama militer antara kedua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved