Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDO militer Ukraina mengkonfirmasi penarikan pasukan dari kota Lysychansk untuk menghindari kekalahan total dari Rusia. Kremlin tinggal menguasai Donetsk untuk mencapai target di wilayah timur Ukraina.
"Untuk menyelamatkan nyawa para pembela Ukraina, keputusan dibuat untuk mundur," ungkap keterangan resmi Ukraina.
Pernyataan itu diperkuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menyatakan pihaknya berada dalam kondisi yang sulit. Namun dia bersumpah untuk merebut kembali daerah itu.
Pasukan Ukraina masih berjaga-jaga di perbatasan Lysychansk yang menimbulkan pertempuran sengit dengan Rusia. Pengambilalihan Lysychansk oleh Rusia berarti Moskow telah memenangkan kendali atas seluruh wilayah Luhansk serta lebih dari setengah wilayah Donetsk.
Kedua daerah itu hampir paling luas di wilayah timur karena mencapai 75%. Penguasaan Lysychansk memberikan kemudahan bagi pasukan Rusia untuk menguasai Donetsk.
Sebuah video tersebar diduga diambil di Lysychansk memperlihatkan tentara Rusia dengan gembira mengangkat bendera Rusia dan Chechnya. Pencapaian ini sempat tertunda bulan lalu karena pasukan Rusia dipaksa mundur oleh serdadu Ukraina.
Institut Studi Perang yang berbasis di London mengatakan pasukan Ukraina mungkin sengaja ditarik dari Lysychansk untuk menghindari pengepungan. Jalan raya dan rute pasokan utama Ukraina ke Lysychansk telah dikuasai Rusia.
Seorang relawan yang melakukan evakuasi di Lysychansk mengatakan Rusia menggunakan artileri modern untuk meratakan bangunan. Itu membuat pasukan Ukraina tidak mempunyai tempat untuk berlindung.
Baca juga: Rusia Klaim Sudah Kuasai Wilayah Timur Ukraina
“Pasukan Rusia bercokol di daerah Lysychansk dan kota itu terbakar,” kata Serhiy Haidai, Gubernur Wilayah Luhansk.
“Jika rumah dan gedung administrasi di Sievierodonetsk selamat dari pertempuran jalanan selama sebulan, di Lysychansk gedung administrasi yang sama hancur total dalam waktu yang lebih singkat," tambahnya.
Haidai mengatakan serangan pasukan Ukraina terhadap depot amunisi Rusia di Ukraina timur gagal mencegah penguasaan Lysychansk.
Intelijen militer Ukraina mengatakan Ukraina memiliki satu berbanding 10 hingga 15 artileri Rusia. Sejak itu, beberapa negara barat telah menjanjikan pengiriman lebih banyak bantuan militer, termasuk artileri.
Terpisah, Rusia menyalahkan Ukraina atas serangan rudal di kota Belgorod Rusia, dekat perbatasan dengan Ukraina. Serangan itu menewaskan tiga orang dan empat terluka, termasuk seorang anak berusia 10 tahun.
Gubernur regional Belgorod, Vyacheslav Gladkov mengatakan 11 gedung apartemen dan 39 rumah terpisah rusak atau hancur dalam insiden semalam. Padahal Rusia telah mencegat tiga rudal Ukraina, tetapi satu jatuh ke gedung apartemen.
Presiden Belarusia.Alexander Lukashenko, sekutu Rusia, mengatakan kedua negara telah menciptakan satu tentara dan bahwa Belarus akan tetap bersama Rusia dalam perangnya melawan Ukraina.
“Kami sejak dulu dan sekarang akan bertindak bersama dengan saudara-saudara kami di Rusia. Partisipasi kami dalam operasi khusus ditentukan oleh saya sejak lama," katanya. (OL-4)
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrikĀ
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Otoritas Seoul telah menetapkan peringatan Level 4 untuk seluruh wilayah Iran.
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
JAUH-JAUH hari David Harvey (1989) dalam bukunya, The Condition of Postmodernity, telah menjelaskan dampak kondisi global ekonomi sebuah negara.
Perang akan memicu krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, pelanggaran hak asasi manusia, serta instabilitas ekonomi global.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved