Kamis 30 Juni 2022, 23:14 WIB

Misi Perdamaian Jokowi ke Rusia dan Ukraina Membuahkan Hasil

Andhika Prasetyo | Internasional
Misi Perdamaian Jokowi ke Rusia dan Ukraina Membuahkan Hasil

Dok. Biro Setpres
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara tiba di Moskow, Rusia.

 

MISI perdamaian dan kemanusiaan yang dibawa Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia tidak berakhir sia-sia.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Jokowi, sapaan akrabnya, mendapat kepastian bahwa pasokan produk pangan dan pupuk akan terjamin ke depan.

Adapun kepastian tersebut disampaikan Jokowi dalam konferensi pers bersama selepas pertemuan dengan Putin.

"Saya sangat menghargai, Presiden Putin tadi menyampaikan akan memberi jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk. Ini sebuah berita yang baik," ujar Jokowi, Kamis (30/6).

Baca juga: Sebelum Temui Putin, Jokowi Diharuskan Tes PCR

Tidak hanya dari Rusia, komoditas yang bersumber dari Ukraina juga dipastikan segera diperdagangkan kembali ke seluruh negara, tanpa menghadapi hambatan tertentu.

Rusia juga sepakat untuk tidak melakukan serangan terhadap alat transportasi yang mengangkut kebutuhan pangan pokok. "Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama jalur laut, Presiden Putin sudah memberikan jaminan keamanan," imbuhnya.

Dengan kembali bergeraknya logistik pangan dari Rusia dan Ukraina, Jokowi meyakini upaya reintegrasi komoditas asal dua negara Eropa Timur ke dalam rantai pasok global, bisa berjalan dengan lancar.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun dalam menjalankan misi perdamaian. Indonesia hanya ingin perang antar kedua negara segera berakhir. Serta, rantai pasok pangan, pupuk dan energi bisa pulih kembali.

Baca juga: Pakar: Jokowi Bisa Jadi Juru Damai Rusia-Ukraina

"Ini untuk kepentingan ratusan juta bahkan miliaran manusia," tukas Jokowi.

Pihaknya memahami bahwa dalam kondisi saat ini, untuk mewujudkan perdamaian secara utuh, mungkin tidak bisa dicapai dengan cepat dan mudah. Jokowi mengerti banyak hal yang dipertimbangkan oleh negara yang terlibat konflik.

"Walaupun saat ini masih sangat sulit, saya tetap menyampaikan bahwa penyelesaian damai sangat penting untuk terus dikedepankan. Ruang dialog harus terus dibuka," katanya.

Jokowi pun siap menjadi jembatan komunikasi bagi Presiden Zelenskyy dan Presiden Putin demi terciptanya rekonsiliasi dan kondisi dunia yang lebih baik ke depan.(OL-11)

Baca Juga

AFP

Taliban Ingkar Janji, Perempuan Taliban Gelar Demonstrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:33 WIB
Hingga saat ini, hak-hak perempuan di Afghanistan cenderung terabaikan, terutama dalam bidang pendidikan dan...
AFP/EDUARDO MUNOZ

Penikam Rushdie Simpatisan Iran

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 12:45 WIB
Matar menikam Rushdie tepat di leher dan dadanya pada Jumat...
AHMAD GHARABLI / AFP

Delapan Warga Israel Jadi Sasaran Penembakan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 11:47 WIB
Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah bus di dekat Kota Tua Yerusalem pada Minggu (14/8), yang melukai delapan warga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya