Kamis 09 Juni 2022, 14:41 WIB

Produsen Susu di India Minta Pemerintah Tunda Larangan Sedotan Plastik

Mediaindonesia.com | Internasional
Produsen Susu di India Minta Pemerintah Tunda Larangan Sedotan Plastik

unsplash.com
Ilustrasi: sedotan plastik.

 

Produsen susu Amul telah bersurat kepada pemerintah India agar menunda pelarangan sedotan plastik, karena dinilai akan berdampak negatif bagi peternak dan konsumsi susu.

Surat bertanggal 28 Mei itu dikirimkan ke kantor Perdana Menteri Narendra Modi menjelang pemberlakuan larangan sedotan plastik pada kemasan kecil jus dan susu mulai 1 Juli.

Pasar minuman ringan itu di India mencapai 790 juta dolar AS (Rp11,51 triliun). Setiap tahun Amul menjual miliaran kotak susu ukuran kecil yang dilengkapi sedotan plastik.

Keputusan larangan itu telah membuat khawatir produsen susu terbesar di India itu dan pemain global seperti PepsiCo dan Coca-Cola, terlebih setelah pemerintah menolak mengubah keputusannya dan meminta produsen untuk beralih menggunakan sedotan nonplastik.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Utama R.S. Sodhi itu, Amul mengatakan sedotan plastik membantu meningkatkan konsumsi susu dan meminta agar larangan itu –bagian dari upaya Modi menghapus penggunaan plastik sekali pakai– ditunda selama setahun.

Penundaan akan "memberikan keringanan dan manfaat sangat besar" bagi 100 juta peternak sapi perah yang "menjaga ketahanan pangan kita dengan susu dan produk susu", tulis Sodhi.

Kantor Modi belum memberikan komentar. Seorang sumber yang dekat dengan pemerintah sebelumnya mengatakan bahwa sedotan plastik adalah "produk rendah manfaat" yang harus diganti dengan sedotan kertas atau kemasannya dirancang ulang agar dilengkapi dengan corong.

Sodhi menolak berkomentar tentang suratnya, tetapi mengatakan bahwa Amul kemungkinan harus menjual kemasan susu tanpa sedotan mulai 1 Juli.

Dijual seharga 5-30 rupee (Rp937-Rp5.620) per kotak, kemasan kecil minuman jus dan susu sangat populer di India serta menjadi bagian dari pasar minuman ringan yang cukup besar di negara itu.

Amul juga terkenal dengan produk susunya yang dikemas dalam pouch plastik, keju dan cokelat.

Selain produk Amul, produk-produk lain yang populer di India adalah jus Tropicana dari Pepsi, Maaza dari Coca-Cola dan jus mangga Frooti dari Parle Agro.

Industri tersebut diperkirakan mampu menjual 6 miliar kotak minuman per tahun di India.

Praveen Aggarwal dari Aliansi Aksi bagi Karton Minuman Daur Ulang, yang mewakili produsen-produsen minuman ringan, mengatakan produsen sedang mempertimbangkan untuk mengimpor sedotan dari Tiongkok, Indonesia dan negara lain menjelang pemberlakuan larangan. "Akan ada gangguan," kata dia.

Seorang sumber mengatakan Parle juga telah bersurat kepada pemerintah India. Produsen itu mengatakan produksi lokal sedotan alternatif tidak cukup memenuhi kebutuhan, sementara sedotan kertas dan biodegradasi impor 250 persen lebih mahal.

Kepala Eksekutif Parle Agro Schauna Chauhan mengatakan perusahaannya mulai mengimpor sedotan kertas tapi hal itu tak berkesinambungan. "Secara ekonomi tidak cocok buat produk seharga 10 rupee," kata dia. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Tiongkok Tidak Terima Vaksin Barat Meskipun Ada Ancaman

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 20:05 WIB
Tiongkok belum menyetujui vaksin Covid-19 asing, memilih yang diproduksi di dalam...
NICOLAS ASFOURI / AFP

Tiongkok Longgarkan Pembatasan dalam Pergeseran Kebijakan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:30 WIB
Penduduk tidak perlu lagi menunjukkan bahwa mereka telah dites negatif untuk tes Covid untuk memasuki kereta bawah tanah, bus, dan...
AFP

Pesawat Tempur Israel Serang Gaza saat UE Serukan Pertanggungjawaban

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 16:00 WIB
Kementerian luar negeri Palestina mengecam penembakan Mufleh sama saja dengan eksekusi, dan para aktivis Palestina serta pengguna media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya