Senin 06 Juni 2022, 19:30 WIB

Generation Connect Global Youth Summit Digelar Perdana di Rwanda

Rahdhini Ikaningrum | Internasional
Generation Connect Global Youth Summit Digelar Perdana di Rwanda

DOK Pribadi.
Direktur Pengembangan Telekomunikasi ITU Doreen Bogdan Martin.

 

RATUSAN generasi muda dari berbagai negara berkumpul untuk membahas agenda Digital Masa Depan. Beragam topik dibahas dalam forum ini, mulai dari kesenjangan digital global, akses kaum muda ke pendidikan online, keterampuan dige, keterampuan konvensi intare, di Kigali, Rwanda.

Di hari pertama pembukaan, Minggu (5/6), 500-an generasi muda dari berbagai negara berkumpul untuk saling bertukar pikiran, membangun jejaring untuk menyiapkan masa depan digital dunia yang tanpa batas. Pertemuan ini juga dihadiri lebih dari 1.500 orang dari 115 negara secara daring.

Alfiah Rizqi Ramdhini, mahasiswi Institut Teknologi Bandung, turut diundang dalam acara ini. Alfiah merupakan salah satu peserta terpilih dalam sesi debat Generation Connect Gender Champion.

Global Youth Summit digelar International Telecommunication Union (ITU) sebagai rangkaian kegiatan menyambut World Telecommunication Development Converence pada 6-16 Juni. Dalam sambutannya, Direktur Pengembangan Telekomunikasi ITU Doreen Bogdan Martin menyebut pelibatan generasi muda untuk digital masa depan sangat penting. Itu sebabnya suara generasi muda akan dan perlu didengarkan. 

Baca juga: Alfiah dan Mastewal yang Muda Berkarya lewat Digital

"Saya menjamin suara Anda akan didengar dengan keras dan jelas. Dalam debat pada minggu depan di WTDC, kita akan membuat rencana aksi Kigali. Kami percaya panggilan aksi generasi muda akan menjadi bagian penting dari rencana tersebut dan itu akan sangat menentukan agenda pengembangan digital WTDC untuk empat tahun mendatang. Kami membutuhkan suara generasi muda," ujarnya. 

Ia mendorong semua pihak untuk berpikir kreatif, berkolaborasi, saling mendengarkan, serta berbagi pengalaman dan ide-ide tentang memanfaatkan teknologi untuk mempercepat kemajuan bidang-bidang penting, seperti kesehatan, pendidikan, kelangsungan lingkungan hidup, resolusi konflik, persamaan gender, aksesibilitas, dan kesempatan untuk generasi muda. Saat ini, satu-satunya batasan yakni imajinasi kita sendiri. "Maka beranilah. Masa depan yang lebih baik untuk semuanya bisa berawal dari sini dan sekarang, karena kami mendengarkan kalian," tandasnya. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Oliver Contreras

Biden Tegaskan tidak akan Pernah Akui Aneksasi Ukraina oleh Rusia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 09:57 WIB
"Kehendak sebeneranya dari warga Ukraina terlihat jelas setiap hari saat mereka mengorbankan jiwa raga untuk mempertahankan...
AFP/Gavriil GRIGOROV

Putin Akui Kemerdekaan Dua Wilayah Ukraina

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 09:20 WIB
Moskow mengatakan akan menganeskasi empat wilayah Ukraina dalam sebuah upacara besar-besaran di Kremlin pada hari ini, Jumat...
katolikku.com

Uskup Timor Leste Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Dituding Lecehkan Anak-Anak

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 06:30 WIB
Belo, yang berbagi Nobel Perdamaian 1996 dengan Jose Ramos Horta, pertama kali diselidiki oleh Vatikan pada 2019 atas tuduhan melecehkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya