Selasa 17 Mei 2022, 09:19 WIB

Amerika Serikat akan Longgarkan Embargo Terhadap Kuba

Cahya Mulyana | Internasional
Amerika Serikat akan Longgarkan Embargo Terhadap Kuba

Yamil LAGE / AFP
Warga Kuba mengantre untuk mendapatkan visa imigran di depan Gedung Kedutaan AS di Havana, Kuba, Selasa (3/5).

 

AMERIKA Serikat (AS) akan melonggarkan pembatasan atas pengetatan yang diberlakukan selama pemerintahan Presiden Donald Trump.

Salah satunya transfer uang dari Paman Sam ke negara komunis itu akan dapat dilakukan secepatnya dan visa kunjungan.

"Rakyat Kuba menghadapi krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kebijakan kami akan terus fokus pada pemberdayaan rakyat Kuba untuk membantu mereka menciptakan masa depan yang bebas dari penindasan dan penderitaan ekonomi," kata Departemen Luar Negeri AS.

Melonggarkan embargo terhadap Kuba juga akan membuat AS menerbitkan visa untuk rakyat Kuba dan sebaliknya. Hal itu termasuk di Konsulat Havana, tetapi dengan sebagian besar visa masih ditangani Kedutaan AS untuk Guyana.

Baca juga: Korut Laporkan Tambahan Enam Kematian Akibat 'Demam'

Pernyataan itu mengatakan mendorong pelaksanaan kerja sama di bidang pendidikan di antara kedua negara serta dukungan untuk program penelitian.

Untuk meningkatkan aliran pengiriman uang, pemerintah AS akan mencabut batas pengiriman yang saat ini sebesar USD1.000 per kuartal untuk setiap pengirim, dan juga mengizinkan pengiriman uang non-keluarga untuk mendukung pengusaha Kuba.

Menteri Luar Negeri  (Menlu) Kuba, Bruno Rodriguez, menyatakan,"Langkah itu adalah langkah kecil ke arah yang benar. Tetapi menekankan bahwa kebijakan AS itu belum dapat mengubah embargo yang berlaku sejak 1962".

"Baik tujuan maupun instrumen utama kebijakan AS terhadap Kuba, yang gagal, tidak berubah," jelasnya.

Senator AS Bob Menendez, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan anggota Partai Demokrat Presiden Joe Biden, mengecam pencabutan beberapa pembatasan, dengan dasar rezim Kuba melanjutkan penganiayaan kejam terhadap warga Kuba yang tak terhitung jumlahnya dari semua lapisan masyarakat.

"Pelonggaran perjalanan berisiko mengirim pesan yang salah kepada orang yang salah, pada waktu yang salah dan untuk semua alasan yang salah," katanya.

"Mereka yang masih percaya bahwa peningkatan perjalanan akan menumbuhkan demokrasi di Kuba hanya dalam keadaan menyangkal. Selama beberapa dekade, dunia telah bepergian ke Kuba dan tidak ada yang berubah."

Pencairan terjadi setelah serangkaian penyakit misterius yang diderita oleh personel AS dan anggota keluarga di Kuba yang kemudian dikenal sebagai Sindrom Havana.

Para pejabat AS mengatakan mereka belum menentukan secara pasti apa yang terjadi dalam insiden tersebut tetapi seorang pejabat senior mengatakan kepada wartawan bahwa ada postur keamanan yang tepat. (France24/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP

Ukraina Bersukacita Usai Kuasai Kembali Pulau Ular

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:03 WIB
"KABOOM! Tidak ada lagi pasukan Rusia di Pulau Ular. Angkatan Bersenjata kami melakukan pekerjaan dengan...
AFP/Alexey DRUZHININ / SPUTNIK

Sebelum Temui Putin, Jokowi Diharuskan Tes PCR

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 30 Juni 2022, 18:58 WIB
Menurut dia Jokowi juga akan rehat sejenak usai dites PCR. Sore harinya, Jokowi baru akan memasuki Kremlin untuk mengikuti serangkaian...
AFP/Menahem Kahana.

Mantan Jurnalis, Calon PM Israel Yair Lapid Punya Putri Autis

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 18:50 WIB
Sebagai menteri keuangan, Lapid menolak mobil dan sopir yang ditawarkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya