Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Israel telah memerintahkan penyelidikan atas aksi petugasnya yang menyerang pengusung jenazah di pemakaman Shireen Abu Akleh di Yerusalem Timur yang diduduki.
Tayangan televisi menunjukkan pengusung jenazah berjuang untuk mencegah peti jenazah Abu Akleh agar tidak jatuh ke tanah ketika polisi Israel yang memegang tongkat menyerang para pelayat. Pasukan Israel merebut bendera Palestina dari pelayat dan kemudian menghancurkan jendela mobil jenazah yang membawa jenazah Abu Akleh dan menyingkirkan bendera Palestina.
"Komisaris Polisi Israel berkoordinasi dengan Menteri Keamanan Publik telah menginstruksikan agar penyelidikan dilakukan atas insiden tersebut," kata polisi dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.
Dikatakannya, mereka telah mengoordinasikan pengaturan pemakaman dengan keluarga jurnalis, tetapi para perusuh mencoba menyabotase prosesi tersebut dan melukai polisi. Temuan penyelidikan tersebut akan disampaikan dalam beberapa hari mendatang.
Adegan mengejutkan di pemakaman dan kematian jurnalis Palestina-Amerika berusia 51 tahun itu menuai kecaman di seluruh dunia dan menyerukan agar dilakukan penyelidikan, termasuk PBB.
Amerika Serikat, Uni Eropa dan PBB telah mendukung seruan untuk penyelidikan penuh atas pembunuhan Abu Akleh. Israel telah secara terbuka menyerukan penyelidikan bersama. Namun, hal tersebut ditolak oleh Otoritas Palestina.
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan dia tidak akan menerima partisipasi Israel dalam penyelidikan pembunuhan jurnalis Al Jazeera tersebut.
"Kami akan melanjutkan penyelidikan dan sama sekali tidak akan membiarkan Israel menjadi mitra dalam penyelidikan ini karena mereka adalah pembunuh dan merekalah yang membunuhnya," kata Abbas yang meyakinkan delegasi Al Jazeera pada Sabtu (14/5).
Pada Jumat malam, jaksa penuntut umum Palestina mengatakan temuan awal menunjukkan Abu Akleh dibunuh oleh tembakan yang disengaja dari pasukan Israel. Jaksa mengatakan penyelidikan akan berlanjut. (Al Jazeera/OL-12)
YouTube diam-diam menghapus video dokumenter terkait penjajahan Israel pada Palestina pada awal Oktober dengan menghapus akun-akun yang mengunggahnya dari situs webnya.
SEORANG mantan kolonel Angkatan Darat AS, mengenai kematian jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, menuduh pemerintahan Joe Biden melemahkan hasil investigasi demi melindungi Israel.
Keluarga jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, menuduh Pemerintah AS menutupi fakta kematian Shireen setelah laporan New York Times mengungkap kesimpulan penyelidik militer AS.
NATIONAL Press Club (NPC) di AS mengatakan penyerbuan dan penutupan kantor Al Jazeera di Ramallah, Tepi Barat, yang diduduki merupakan tindakan militer agresif yang harus segera dibatalkan.
Reporter televisi Al Jazeera, Shireen Abu Akleh dibunuh oleh pasukan Israel. Ia tewas pada 11 Mei 2022 akibat tertembak oleh militer Israel di Tepi Barat.
Israel pun menegaskan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan apa pun terkait kematian Abu Akleh.
Laporan terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mengungkapkan penurunan skor menjadi 59,5%, turun sekitar 0,9 hingga 1 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
JURNALIS Metro TV di Bulukumba, Ifa Musdalifah, harus berhadapan dengan ancaman digital usai menjalankan tugasnya meliput demonstrasi di Kantor DPRD Bulukumba, Rabu (4/2).
KETUA Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers sebagai cermin yang memantulkan realitas yang terjadi di pemerintah maupun masyarakat.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama agar setiap kasus yang menimpa insan pers dapat diselesaikan secara berkeadilan.
Lilik bercerita, tulisannya mengangkat cerita perjalanan panjang energi. Mulai dari minyak mentah sampai menjadi produk BBM yang ramah lingkungan dan produk gas
WAKIL Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, mengatakan, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi hal krusial di tengah gempuran teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved