Selasa 10 Mei 2022, 09:05 WIB

Dewan HAM PBB akan Bahas Dugaan Pelanggaran HAM Rusia di Ukraina

Nur Aivanni | Internasional
Dewan HAM PBB akan Bahas Dugaan Pelanggaran HAM Rusia di Ukraina

AFP/Sergei SUPINSKY
Seorang petugas membawa kantung jenazah yang isinya akan diidentifikasi di Bucha, Ukraina.

 

DEWAN Hak Asasi Manusia PBB mengumumkan akan mengadakan sesi khusus pada Kamis (12/5) untuk membahas dugaan memburuknya pelanggaran Rusia dalam perang di Ukraina.

Lebih dari 50 negara, Senin (9/5), mendukung permintaan Kyiv untuk pertemuan luar biasa badan hak asasi PBB untuk memeriksa situasi hak asasi manusia yang memburuk di Ukraina yang berasal dari agresi Rusia.

Duta Besar Ukraina untuk PBB di Jenewa, Yevheniia Filipenko, mengatakan langkah itu akan mengirim sinyal kepada Presiden Rusia Vladimir Putin ketika dia bersikeras perang Rusia di Ukraina diperlukan untuk mempertahankan Tanah Air.

Baca juga: Pentagon Tuding Rusia Culik Warga Ukraina

"Bersama-sama, kami mengirimkan pesan kuat lainnya kepada Putin dan kelompok penjahat perangnya: Anda terisolasi tidak seperti sebelumnya," kata Filipenko dalam pesan video di Twitter.

"Kami ingin melihat PBB mengambil langkah-langkah praktis untuk mengatasi pelanggaran hak asasi manusia Rusia di Ukraina dan kejahatan perang yang dilakukan setiap hari terhadap rakyat kami," katanya.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Itu kemudian memicu gelombang kecaman dari masyarakat internasional.

Filipenko mengatakan dia ingin penyelidikan untuk menyelidiki kejahatan Rusia yang dilakukan di Bucha dan daerah-daerah lain yang dibebaskan.

Pertemuan tersebut akan diadakan pada pukul 08.00 GMT. Dukungan 16 anggota dewan atau lebih dari sepertiga anggota diperlukan untuk mengadakan sebuah sesi khusus.

Seruan tersebut mendapat dukungan dari anggota termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Polandia, Korea Selatan, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Di luar dewan, negara-negara pengamat termasuk Kanada, Kolombia, Italia, Moldova, Selandia Baru, Norwegia, Peru, Portugal, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Turki mendukung seruan tersebut.

Misi Kyiv di Jenewa mengatakan dewan harus bertindak dalam menanggapi pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia di Ukraina. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Mandel Ngan

Biden Kawal Finlandia dan Swedia Gabung NATO

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 20 Mei 2022, 14:28 WIB
Biden tidak menanggapi penolakan Tukri, namun lebih mengungkapkan optimisme kedua negara dapat dengan mudah menjadi bagian...
AFP/Ronaldo Schemidt.

Bantah Media, Israel Sebut Penyelidikan Pembunuhan Jurnalis sedang Berlangsung

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 14:03 WIB
Menurut pengacara, Khaldoun Najm, Israel juga mengeklaim memiliki arsip rahasia tentang keanggotaan (Khudeir) dari organisasi...
Ist

Kanada Konfirmasi Dua Kasus Pertama Cacar Monyet

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 12:56 WIB
Otoritas di Provinsi Quebec mengatakan mereka tengah menginvestigasi 17 kasus yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya