Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen untuk memboikot pertemuan G20 bila Indonesia mengundang Rusia, dinilai bukan sikap resmi Presiden AS Joe Biden. Namun, ada makna lain di balik pernyataan tersebut.
“Sebenarnya itu menegaskan bahwa mereka (AS) sedang betul-betul konsisten menjaga sanksi ekonomi, bukan sanksi yang basa-basi,” kata anggota Komisi 1 DPR M Farhan dalam Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Ancam Boikot G20, Amerika Intervensi Kedaulatan Presidensi Indonesia’ secara virtual, Minggu (1/74)
Menurut Farhan, Biden masih bisa berkompromi ihwal kehadiran Rusia. Hal itu terlihat dari permintaan Biden agar Presiden Rusia Vladimir Putin tidak diundang ke G20 tahun ini.
“Tapi Biden juga bilang kalau presiden Indonesia keberatan, paling tidak Ukraina diundang juga,” ujar politikus Partai NasDem itu.
Farhan meminta pemerintah Indonesia berhati-hati merespons ancaman Yellen. Dia mengusulkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi segera berkomunikasi dengan negara lain seperti Menlu Brasil dan Tiongkok.
“Kita mengharapkan menteri-menteri yang menjadi couterpart dari Yellen memberi positioning,” papar dia.
Farhan menyebut komunikasi itu bukan untuk memojokkan satu pihak ihwal kehadiran Rusia di G20. Melainkan mendorong transparansi ihwal sikap seluruh negara.
“Kesalahan terbesar diplomasi adalah memojokkan untuk memilih pro atau kontra. Tapi diplomasi modern mengajak orang agar kita bikin posisi bersama,” tutur dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan bahwa Rusia harus dikeluarkan dari forum ekonomi utama G20. Dia juga mengancam bahwa Amerika Serikat akan memboikot sejumlah pertemuan G20 jika pejabat Rusia muncul. (OL-8)
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah menjajaki kerangka kesepakatan baru terkait Greenland dan wilayah Arktik.
SETELAH dua pekan ketegangan diplomatik yang dipicu retorika keras Presiden AS Donald Trump soal Greenland, situasi mulai mereda menyusul peran NATO yang mendorong dialog.
PIDATO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, memicu gelombang diskusi global. Ini fakta-faktanya.
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved