Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) dan Inggris mengumumkan rencananya pada Senin (4/4) waktu setempat untuk meminta penangguhan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyusul tuduhan bahwa pasukan Rusia secara sistematis mengeksekusi warga sipil di Bucha, Ukraina.
"Gambar-gambar dari Bucha dan kehancuran di seluruh Ukraina mengharuskan kita sekarang untuk mencocokkan kata-kata kita dengan tindakan," kata Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield dalam cuitan di Twitter pada Senin.
"Kita tidak bisa membiarkan negara anggota yang menumbangkan setiap prinsip yang kita pegang teguh untuk terus berpartisipasi di dewan," katanya.
"Mengingat bukti kuat kejahatan perang, termasuk laporan kuburan massal dan pembantaian keji di Bucha, Rusia tidak dapat tetap menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Rusia harus ditangguhkan," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss.
Baca juga: AS Sebut Rusia Ubah Strategi
Wartawan selama akhir pekan menemukan mayat dengan pakaian sipil, beberapa dengan tangan terikat, di kota Bucha di luar ibu kota Ukraina setelah pasukan Kyiv merebutnya kembali dari tentara Rusia.
Wali Kota Bucha Anatoly Fedoruk mengatakan banyak yang ditembak, dibunuh, di bagian belakang kepala.
Skala pembunuhan masih dikumpulkan, tetapi Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova mengatakan sejauh ini 410 mayat sipil telah ditemukan.
Kepala HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan gambar dari Bucha menunjukkan kemungkinan kejahatan perang. Namun, Kremlin membantah bahwa pasukan Rusia membunuh warga sipil dan menuduh bahwa gambar mayat di Bucha adalah "palsu".
Menangguhkan Rusia dari Dewan akan membutuhkan suara yang mendukung oleh dua pertiga dari Majelis Umum PBB.
Adapun golput tidak diperhitungkan dalam mayoritas dua pertiga yang disyaratkan, yang diyakini oleh Amerika Serikat dan Inggris dapat mereka amankan.
Saat ditanya pada konferensi pers harian PBB tentang posisi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai penangguhan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia, Wakil Juru Bicaranya Farhan Haq mengatakan bahwa pihaknya menyerahkannya kepada negara-negara anggota untuk memutuskannya. (AFP/Nur/OL-09)
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu RI) mengatakan Indonesia akan melaksanakan tugas sebagai Presiden Dewan HAM PBB secara objektif dan inklusif.
MENTERI Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah Indonesia bersyukur terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB
Menko Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan Indonesia akan netral dan objektif saat menjalankan tugas sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB
Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk masa jabatan 2026. Mandat tersebut diberikan pada 8 Januari 2026 dalam sidang Dewan HAM PBB di Jenewa.
INDONESIA memeroleh kepercayaan dari komunitas internasional untuk memainkan peran sentral dalam isu hak asasi manusia global.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved