Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) dan Inggris mengumumkan rencananya pada Senin (4/4) waktu setempat untuk meminta penangguhan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyusul tuduhan bahwa pasukan Rusia secara sistematis mengeksekusi warga sipil di Bucha, Ukraina.
"Gambar-gambar dari Bucha dan kehancuran di seluruh Ukraina mengharuskan kita sekarang untuk mencocokkan kata-kata kita dengan tindakan," kata Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield dalam cuitan di Twitter pada Senin.
"Kita tidak bisa membiarkan negara anggota yang menumbangkan setiap prinsip yang kita pegang teguh untuk terus berpartisipasi di dewan," katanya.
"Mengingat bukti kuat kejahatan perang, termasuk laporan kuburan massal dan pembantaian keji di Bucha, Rusia tidak dapat tetap menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Rusia harus ditangguhkan," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss.
Baca juga: AS Sebut Rusia Ubah Strategi
Wartawan selama akhir pekan menemukan mayat dengan pakaian sipil, beberapa dengan tangan terikat, di kota Bucha di luar ibu kota Ukraina setelah pasukan Kyiv merebutnya kembali dari tentara Rusia.
Wali Kota Bucha Anatoly Fedoruk mengatakan banyak yang ditembak, dibunuh, di bagian belakang kepala.
Skala pembunuhan masih dikumpulkan, tetapi Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova mengatakan sejauh ini 410 mayat sipil telah ditemukan.
Kepala HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan gambar dari Bucha menunjukkan kemungkinan kejahatan perang. Namun, Kremlin membantah bahwa pasukan Rusia membunuh warga sipil dan menuduh bahwa gambar mayat di Bucha adalah "palsu".
Menangguhkan Rusia dari Dewan akan membutuhkan suara yang mendukung oleh dua pertiga dari Majelis Umum PBB.
Adapun golput tidak diperhitungkan dalam mayoritas dua pertiga yang disyaratkan, yang diyakini oleh Amerika Serikat dan Inggris dapat mereka amankan.
Saat ditanya pada konferensi pers harian PBB tentang posisi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai penangguhan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia, Wakil Juru Bicaranya Farhan Haq mengatakan bahwa pihaknya menyerahkannya kepada negara-negara anggota untuk memutuskannya. (AFP/Nur/OL-09)
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu RI) mengatakan Indonesia akan melaksanakan tugas sebagai Presiden Dewan HAM PBB secara objektif dan inklusif.
MENTERI Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah Indonesia bersyukur terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB
Menko Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan Indonesia akan netral dan objektif saat menjalankan tugas sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB
Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk masa jabatan 2026. Mandat tersebut diberikan pada 8 Januari 2026 dalam sidang Dewan HAM PBB di Jenewa.
INDONESIA memeroleh kepercayaan dari komunitas internasional untuk memainkan peran sentral dalam isu hak asasi manusia global.
Wakil Tetap RI di Jenewa, Febrian A. Ruddyard, terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB periode 2026. Indonesia tegaskan komitmen dialog dan perlindungan HAM global.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved