Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU asosiasi Amerika Serikat untuk korban pelecehan seksual pada Senin (28/3) mengecam seorang mantan uskup di negara bagian New York yang mengaku telah mengabaikan beberapa serangan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh 11 pendeta selama 25 tahun.
Pada April 2021, Howard Hubbard, seorang mantan uskup di kota Albany, dicecar di bawah sumpah selama empat hari di hadapan Mahkamah Agung negara bagian dan mengakui bahwa dari 1977 hingga 2002, dia diberitahu tentang pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak di bawah umur tanpa mengadukan anggota gereja itu ke polisi.
Pembuktian setebal 680 halaman itu diumumkan pada Jumat di bawah perintah hakim dan sejak itu menarik perhatian media AS. "Sekarang umat paroki dan publik tahu secara konkret bahwa mantan uskup mereka secara aktif terlibat dalam menutupi pelecehan," kata Jaringan Penyelamat dari Mereka yang Dilecehkan oleh Pendeta (SNAP) nirlaba dalam pernyataan yang dirilis Senin.
Organisasi itu menambahkan bahwa mereka berharap, "Berita ini akan mendorong penegak hukum untuk melihat situasi ini dan menuntut setiap kejahatan yang dilakukan." Ketika ditanya alasan dia tetap diam, Hubbard mengatakan kepada pengadilan bahwa itu, "Karena saya bukan reporter yang diberi mandat," dari tindakan pelecehan seksual anak, menurut pernyataan yang dilaporkan oleh saluran TV lokal WNYT13.
Menurut stasiun itu, Hubbard, yang meninggalkan jabatannya pada 2014, berharap untuk menghindari skandal paedofilia baru yang menodai para imam Katolik AS. Meski demikian, dalam suratnya pada Agustus lalu, dia mengakui bahwa Gereja belum memperhitungkan dampak dugaan kejahatan terhadap para korban.
Keuskupan Albany mengatakan dalam pernyataan bahwa prioritasnya yaitu perlindungan dan bantuan korban/penyintas dan penemuan kebenaran, lapor WNYT13. Gereja Katolik AS telah diguncang oleh tuduhan bertahun-tahun dan pengungkapan pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pendeta.
Baca juga: Gereja Spanyol Terima 506 Laporan Pelecehan Anak
Pada Desember 2019, Vatikan mengatakan bahwa dia telah menerima pengunduran diri Uskup Richard Malone dari keuskupan Buffalo, juga di negara bagian New York. Ini menyusul tuduhan bahwa dia berusaha menutupi pelecehan seksual. (AFP/OL-14)
Dokumen pengadilan yang baru dibuka mengungkap tuduhan serius terhadap Jes Staley, mantan CEO Barclays. Ia diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap korban Jeffrey Epstein.
Departemen Kehakiman AS resmi mengakhiri peninjauan berkas Jeffrey Epstein, namun Kongres tetap melanjutkan penyelidikan. Nama Trump dan Clinton kembali jadi sorotan.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Peter Mandelson dengan predator seksual Jeffrey Epstein, termasuk percakapan akrab setelah vonis tahun 2008.
Ketegangan terjadi di Oval Office saat Presiden Donald Trump menyerang pribadi jurnalis CNN, Kaitlan Collins, yang mencecarnya soal keadilan bagi korban Jeffrey Epstein.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) menarik ribuan dokumen kasus Jeffrey Epstein setelah identitas para penyintas bocor akibat kesalahan redaksi yang fatal.
Ryan Reynolds bela Blake Lively dalam sengketa hukum It Ends With Us. Pesan singkat terungkap, sebut Justin Baldoni penipu predator.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved