Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MOSKOW mengklaim telah menyerang depot senjata Ukraina dengan rudal hipersonik. Serangan itu, tidak jauh dari perbatasan Rumania barat negara itu, terjadi ketika Rusia mengatakan pasukannya telah menembus pertahanan Ukraina untuk memasuki Kota Mariupol yang terkepung.
Klaim Rusia yang telah melepaskan rudal hipersonik Kinzhal barunya itu akan menandai eskalasi baru yang dramatis dari serangannya untuk memaksa Ukraina meninggalkan harapan akan hubungan yang lebih dekat dengan Barat.
Baca juga: Pemberontak Houthi Serang Fasilitas Aramco di Saudi
Juru bicara angkatan udara Ukraina Yuri Ignat mengatakan kepada AFP bahwa gudang senjata di desa Deliatyn memang telah terkena tetapi pihaknya tidak memiliki informasi tentang jenis rudal tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang meluncurkan rudal Kinzhal pada 2018, menyebutnya sebagai "senjata ideal" yang terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara, sehingga sangat sulit untuk dicegat oleh pertahanan rudal.
Dengan invasi di minggu keempat, Pemimpin Kyiv Volodymyr Zelensky mendesak untuk pembicaraan yang berarti untuk menghentikan pertempuran yang telah memaksa setidaknya 3,3 juta orang Ukraina meninggalkan negara mereka.
"Ini adalah waktunya untuk bertemu, berbicara, waktu untuk memperbarui integritas teritorial dan keadilan bagi Ukraina," katanya. "Jika tidak, kerugian Rusia akan sedemikian rupa sehingga beberapa generasi tidak akan pulih," tambahnya.
Tetapi seperti dalam negosiasi sebelumnya, tampaknya hanya ada sedikit kemajuan untuk mencapai gencatan senjata.
Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani Serukan Perdamaian di Ukraina
Rusia melakukan serangan udara pada Sabtu di Kota Mykolaiv, kata Vitaly Kim, kepala pemerintahan regional, sehari setelah serangan mematikan di barak militer di sana.
Kurang dari 100 kilometer ke arah tenggara, Ukraina mengklaim bahwa seorang jenderal Rusia telah tewas oleh serangan di sebuah lapangan terbang di luar Kherson, tepat di utara Krimea. Ukraina mengatakan dia adalah perwira tinggi kelima yang terbunuh sejak invasi dimulai pada 24 Februari. (AFP/Nur/A-3)
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah menjajaki kerangka kesepakatan baru terkait Greenland dan wilayah Arktik.
SETELAH dua pekan ketegangan diplomatik yang dipicu retorika keras Presiden AS Donald Trump soal Greenland, situasi mulai mereda menyusul peran NATO yang mendorong dialog.
PIDATO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, memicu gelombang diskusi global. Ini fakta-faktanya.
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
Sekjen NATO Mark Rutte mengklarifikasi bahwa pertemuannya dengan Donald Trump fokus pada keamanan Arktik, bukan pengalihan kedaulatan Greenland.
Klaim Donald Trump soal kesepakatan masa depan Greenland disambut skeptisisme tajam oleh warga lokal di Nuuk. Mereka tegas menolak kendali Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved