Jumat 18 Maret 2022, 17:57 WIB

Cucu Mandela Salahkan Israel atas Invasi Rusia ke Ukraina

Mediaindonesia.com | Internasional
Cucu Mandela Salahkan Israel atas Invasi Rusia ke Ukraina

AFP/Armend Nimani.
Tempat tidur di gym sekolah yang telah menjadi tempat penampungan bagi pengungsi Ukraina di kota Suceava, Rumania.

 

NKOSI Zwelivelile Mandela, cucu Nelson Mandela dan anggota Majelis Nasional Afrika Selatan, menyalahkan neo-Nazi, Israel, dan NATO atas invasi Rusia ke Ukraina selama konferensi yang diadakan oleh Jaringan Solidaritas Palestina Pan Afrika di Dakar, Senegal, pada Sabtu (12/3).

"Kompleks industri militer global yang menabuh genderang perang di Ukraina memenuhi agenda bahwa mereka ialah satu-satunya penerima manfaat," kata Mandela sebagaimana dilansir MSN yang mengutip dari The Jerusalem Post. "Di belakang mereka terletak reruntuhan Afghanistan, Suriah, dan Irak. Mereka bergabung dalam upaya memalukan ini oleh neo-Nazi di Ukraina, anjing-anjing perang apartheid Israel, dan mereka yang ada di NATO yang berniat memajukan politik perang dingin."

Mandela juga mengeklaim bahwa dunia bertindak dengan kemunafikan yang mendalam, miopia yang paling buruk, dan rasisme yang mencolok di tengah krisis di Ukraina. "Kepanikan covid-19 yang meluas telah menghilang dari berita utama media bersama dengan perang di Suriah, Yaman, dan pendudukan Palestina," kata Mandela di konferensi tersebut.

Baca juga: Israel Larang Petani Palestina Rebut kembali Tanah Mereka 

"Para penghasut perang telah melupakan penderitaan jutaan orang di Afrika, kemiskinan endemik, ketidaksetaraan, dan warisan kejam bekas luka yang ditinggalkan di benua kita oleh kolonialisme selama berabad-abad dan perampasan sumber daya kita yang berkelanjutan, terutama oleh mantan penguasa kolonial kita dan yang baru seperti apartheid Israel."

Anggota parlemen Afrika Selatan itu menyatakan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina telah 'diatur' selama delapan tahun terakhir. Dia tidak menyebutkan fakta spesifik bahwa Rusia telah menginvasi Ukraina dalam pidatonya.

Mandela juga mengungkapkan kemarahannya kepada Israel yang diberikan status pengamat di Uni Afrika. "Kita harus merenungkan secara mendalam yang telah terjadi di benua kita dan rezim apartheid Israel serta mesin lobi Zionisnya telah menyelinap diam-diam ke jiwa Afrika dan menyusup ke struktur kita secara terbuka dan terselubung."

Baca juga: Pakar PBB: Iran Eksekusi 280 Orang pada 2021

Mandela ialah kepala Dewan Tradisional Mvezo dan pendukung setia gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Dia masuk Islam pada akhir 2015, menurut BBC. Pada 2017, ia mengunjungi Israel tetapi hanya mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Palestina. Selama kunjungan itu dia menyatakan bahwa Israel adalah rezim apartheid terburuk. (OL-14)

Baca Juga

Eva Marie UZCATEGUI / AFP

NASA tunjuk 3 Perusahaan untuk Desain Sistem Tenaga Nuklir di Bulan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 15:00 WIB
Ketiga perusahaan tersebut antara lain Lockheed Martin dari Maryland, Westinghouse dari Cranberry Township, Pennsylvania serta IX dari...
AFP/Bryan R. Smith

DPR AS Setujui UU Pembatasan Senjata Api

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 09:47 WIB
UU yang menunggu ditandangani Biden ini telah mengatur sejumlah syarat kepemilikan senjata. Misalnya terdapat pemeriksaan riwayat kriminal...
AFP/MANDEL NGAN

PBB Sebut Keputusan MA AS yang Hapus Hak Aborsi Pukulan bagi HAM

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 07:30 WIB
"Akses untuk mendapatkan aborsi yang aman, legal dan efektif ada dalam hukum hak asasi internasional dan merupakan dasar pada hak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya