Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA membalas sanksi yang telah dijatuhkan Amerika Serikat (AS) menyusul invasi ke Ukraina. Presiden AS Joe Biden dimasukan dalam daftar larangan masuk ke Rusia bersama pejabat teras lainnya.
Selain Biden, terdapat nama 12 nama lainnya yang dikenakan sanksi serupa di antaranya Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Kepala CIA William Burns, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan hingga mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.
Meksipun demikian, Rusia mengaku dapat mengeluarkan seluruhnya dari daftar tersebut jika pihak AS melunakan sanksinya.
Respons ini menyusul sanksi yang dijatuhkan Washington dengan dalih Moskow telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di terhadap sejumlah orang seperti seorang advokat Oyub Titiev.
Pada 2018, Oyub Titiev, Kepala Pusat ham Memorial di Chechnya ditahan dan dituduh memiliki obat-obatan terlarang. Padahal Titiev menilai justru polisi yang telah menyimpan obat-obatan padanya dalam penggeledahan dan dia pun dijatuhi hukuman empat tahun.
Baca juga: Rusia Sebut Mundur dari Dewan Eropa
Selain Titiev, terdapat nama lain yang disebut AS merupakan korban pelanggaran HAM berat Rusia.
Ia adalah Magnitsky, seorang pengacara yang ditangkap pada tahun 2008 setelah menuduh pejabat Rusia terlibat dalam penipuan pajak skala besar. Magnitsky meninggal di penjara Moskow pada 2009 setelah mengaku kerap dianiaya.
“Amerika Serikat akan terus memaksakan konsekuensi nyata dan signifikan bagi mereka yang terlibat dalam korupsi atau terkait dengan pelanggaran berat hak asasi manusia,” kata kepala Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS, Andrea Gacki.
“Kami mengutuk serangan Rusia terhadap koridor kemanusiaan di Ukraina dan menyerukan Rusia untuk menghentikan perang brutal dan tak beralasan melawan Ukraina.” (Straits Times/Cah/OL-09)
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved