Senin 07 Maret 2022, 13:49 WIB

Para Menteri Jerman Peringatkan Agar Tidak Boikot Minyak Rusia

Nur Aivanni | Internasional
Para Menteri Jerman Peringatkan Agar Tidak Boikot Minyak Rusia

Andrea RENAULT / AFP
Menlu Jerman Annalena Baerbock berbicara soal konflik Rusia-Ukraina di Majelis Umum PBB, New York, AS, Selasa (1/3).

 

MENTERI Keuangan (Menkeu) dan Luar Negeri (Menlu) Jerman, pada Minggu (6/3), memperingatkan agar tidak melarang impor energi Rusia ketika negara-negara Barat mencari cara untuk menambah sanksi pada Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Dengan negaranya berjuang untuk keberadaannya sejak serangan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mendesak sekutu Baratnya untuk mengenakan sanksi tambahan terhadap Moskow, termasuk memboikot sektor minyak dan gas.

Pada Minggu (6/3) pagi, kepala diplomat AS Antony Blinken mengatakan Amerika Serikat dan Eropa sangat aktif mendiskusikan penargetan bahan bakar fosil Rusia saat perang meningkat.

Namun di Jerman, yang saat ini menjabat sebagai presiden bergilir G7, Menlu Jerman Annalena Baerbock mengatakan langkah seperti itu tidak akan ada gunanya karena tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Baca juga: Inggris Janji Berikan $100 Juta Lagi untuk Bantu Ukraina

"Tidak ada gunanya jika dalam tiga minggu kami mengetahui bahwa kami hanya memiliki beberapa hari listrik yang tersisa di Jerman dan oleh karena itu kami harus kembali pada sanksi ini," katanya kepada penyiar publik Jerman.

Dalam wawancara terpisah, dia menambahkan bahwa Jerman siap untuk membayar harga ekonomi yang sangat, sangat tinggi tetapi jika besok di Jerman atau Eropa lampu padam, itu tidak akan menghentikan tank-tank tersebut.

Jerman bergantung pada bahan bakar fosil Rusia, mengimpor sekitar 55% gasnya dan 42% minyak dan batu baranya dari Rusia.

Menkeu Jerman Christian Lindner juga skeptis terhadap larangan minyak. "Kita seharusnya tidak membatasi kemampuan kita untuk menopang diri kita sendiri," katanya kepada surat kabar Bild.

Harga gas Eropa dan Inggris melonjak ke rekor tertinggi pekan lalu di tengah kekhawatiran gangguan pasokan. Dan harga minyak terus meroket, dengan Brent berjangka melonjak hampir $140 per barel, tertinggi sejak 2008.

Alih-alih memboikot energi Rusia, saran menteri keuangan, putaran sanksi G7 berikutnya seharusnya menghantam oligarki yang menjadi kaya di bawah Presiden Vladimir Putin.

"Mereka yang mendapat keuntungan dari Putin dan mencuri kekayaan rakyat Rusia, juga melalui korupsi, tidak dapat menikmati kemakmuran mereka di negara demokrasi barat kita," kata Lindner kepada televisi ARD.

Pada Kamis (3/3), Amerika Serikat dan Inggris menambahkan lebih banyak oligarki Rusia ke dalam daftar hitam pengusaha yang terkait dengan Kremlin yang sudah ditargetkan oleh Uni Eropa. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

MOHAMMED ABED / AFP

Indonesia Kutuk Kekejaman Israel di Gaza

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 08 Agustus 2022, 11:38 WIB
Indonesia mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina. Serangan ini telah menewaskan 42 warga Gaza dan 300 lainnya...
AFP.

Iran Minta Saudi Bebaskan Warganya yang Ditangkap saat Haji

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 20:00 WIB
Iran pada Jumat (5/8) meminta Arab Saudi membebaskan salah satu warga negaranya yang ditangkap selama...
AFP/Manuel Balce Ceneta.

Ketua Uni Afrika Kutuk Serangan Israel di Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 19:25 WIB
Ketua Komisi Uni Afrika pada Minggu (7/8) mengutuk serangan-serangan udara Israel di Jalur Gaza ketika kekerasan meningkat di wilayah yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya