Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Brasil, Kamis (3/3), mengumumkan pihaknya akan memberikan visa sementara dan izin tinggal kepada warga Ukraina dan orang-orang tanpa kewarganegaraan yang terkena dampak invasi Rusia.
Perwakilan bisnis kedutaan Ukraina di Brasilia, Anatoliy Tkach, mengatakan sudah ada beberapa pertanyaan dari warga Ukraina yang tertarik untuk datang ke Brasil, meskipun ia mengakui jumlahnya kecil.
"Tidak banyak (orang), mereka biasanya adalah anggota keluarga Ukraina yang sudah ada di sini," katanya.
Baca juga: Pekan Pertama Invasi Rusia, 1 Juta Pengungsi Tinggalkan Ukraina
Pada Senin (28/2), Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan dia akan mengizinkan warga Ukraina memasuki Brasil dengan menggunakan visa kemanusiaan.
Brasil telah mengadopsi tindakan serupa dengan imigran Haiti, pengungsi Suriah, dan, baru-baru ini, warga Afghanistan.
Meskipun memperlihatkan sikap menyambut Ukraina, presiden itu telah berusaha mempertahankan netralitas Brasil atas invasi Rusia ke Ukraina, seraya mengutip ketergantungan negaranya pada pupuk Rusia. (Ant/OL-1)
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved