Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Rusia menembaki kota Kharkiv di Ukraina saat negara itu melanjutkan invasinya, hari ini, Selasa (1/3).
Setelah pembicaraan pertama mereka sejak perang dimulai gagal untuk mendapatkan sebuah terobosan pada Senin, Rusia terus menargetkan daerah pemukiman.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan larangan global terhadap pesawat dan kapal Rusia. "Kita harus menutup pintu masuk untuk negara ini di semua pelabuhan, semua kanal, dan semua bandara dunia," katanya di Facebook.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya telah menguraikan tuntutan Moskow untuk mengakhiri invasi, termasuk pengakuan kedaulatan Rusia atas Krimea dan demiliterisasi Ukraina.
Dia mengeluarkan tuntutannya dalam panggilan telepon dengan pemimpin Prancis Emmanuel Macron tak lama sebelum pembicaraan Rusia-Ukraina.
Sebaliknya, dunia telah menanggapi dengan reaksi diplomatik, ekonomi, budaya dan olahraga yang semakin intensif, dengan Moskow mendapat kecaman di Majelis Umum PBB dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) membuka penyelidikan kejahatan perang.
Rusia juga menghadapi seruan mendesak dalam debat Majelis Umum PBB yang luar biasa, untuk mengakhiri serangannya yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan.
Di dalam aula Majelis Umum pada Senin, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memohon: "Pertempuran di Ukraina harus dihentikan. Cukup sudah".
Itu menyusul panggilan telepon Putin dengan Macron. Dikatakan Kremlin, pemimpin Rusia itu menekankan bahwa penyelesaian hanya mungkin ada jika kepentingan keamanan Rusia yang sah diperhitungkan tanpa syarat.
Pertempuran berlanjut selama dialog tersebut, dengan sedikitnya 11 orang tewas oleh serangan Rusia di Kharkiv dan tembakan rudal Rusia di beberapa bangunan tempat tinggal.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di dalam dan sekitar Brovary, sebuah kota di pinggiran ibu kota, Kyiv.
Dikatakan Wali Kota Igor Terekhov, yang dikutip oleh media Ukraina, tembakan Rusia menewaskan beberapa warga sipil, termasuk anak-anak, di Kharkiv dan kendaraan lapis baja dan tank Rusia ada di mana-mana di sekitar kota.
Lebih dari 350 warga sipil, termasuk 14 anak-anak, tewas selama invasi, kata Ukraina, sementara lebih dari setengah juta orang telah meninggalkan negara itu.
Di Kyiv, banyak yang bersiap untuk serangan baru dengan barikade darurat memenuhi jalan-jalan.
Antrian panjang untuk bahan makanan meliuk-liuk di jalan-jalan Kyiv pada Senin setelah jam malam militer yang ketat selama 36 jam dicabut. Sejumlah milisi sukarelawan belajar cara membuat bahan peledak buatan sendiri.
"Kami akan menyambut mereka dengan bom molotov dan peluru di kepala," kata pegawai bank Viktor Rudnichenko kepada AFP. "Satu-satunya bunga yang mungkin mereka dapatkan dari kita adalah untuk kuburan mereka," tambahnya. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Pertempuran di Kharkiv 11 Warga Sipil Ukraina Tewas
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Dekrit tersebut akan memungkinkan Maduro memobilisasi angkatan bersenjata di seluruh negeri dan memberikan wewenang militer atas layanan publik dan industri minyak.
Korea Utara kembali melontarkan kecaman terhadap latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang tengah berlangsung.
UKRAINA telah meminta warganya untuk meninggalkan Kota Kupiansk dan tiga daerah lainnya di wilayah timur laut Kharkiv.
Ukraina menolak usulan perdamaian Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa jam setelah ditawarkan, dengan alasan tidak ada 'usulan perdamaian' baru dari Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya menguraikan syarat-syarat Rusia jika ingin mengakhiri perang di Ukraina dan memulai perundingan perdamaian
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved