Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Luar Negeri AS mengatakan Rusia berusaha menciptakan dalih untuk menyerang Ukraina dengan klaim genosida tanpa bukti dan kuburan massal di wilayah Donbass, timur Ukraina.
Media Rusia menerbitkan artikel dan foto minggu ini tentang kuburan massal rahasia yang diklaim di Donbass, yang dikendalikan oleh separatis yang bersekutu dengan Moskow yang telah memerangi pasukan pemerintah Ukraina sejak 2014.
Pada hari Selasa, Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Kyiv melakukan genosida di Donbass.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price menuduh bahwa Moskow membuat klaim sebagai alasan untuk menyerang Ukraina.
"Selama beberapa minggu terakhir, kami juga telah melihat pejabat Rusia dan media Rusia menanam banyak cerita di media, salah satunya dapat diangkat sebagai dalih untuk invasi," kata Price kepada wartawan.
Klaim yang telah menyebar di media sosial tersebut, termasuk genosida, kuburan massal dan potensi pemerintah Ukraina untuk menggunakan senjata kimia terhadap rakyat Donbass.
"Tidak ada dasar kebenaran atas tuduhan-tuduhan ini," kata Price.
"Ini adalah narasi palsu yang dikembangkan Rusia untuk digunakan sebagai dalih untuk aksi militer melawan Ukraina,” tambahnya.
Baca juga: Rusia-Ukraina Masih Memanas, Harga Minyak dan Emas Menanjak
Price mengatakan bahwa menjelang invasi Rusia ke wilayah Krimea Ukraina pada tahun 2014, Moskow juga mengklaim pemerintah menganiaya orang-orang di sana, banyak di antaranya adalah penutur bahasa Rusia.
Di Gedung Putih, Sekretaris Pers Jen Psaki juga menolak tuduhan itu sebagai tipu muslihat bendera palsu.
“Kami berada di jendela di mana kami yakin serangan bisa datang kapan saja, dan itu akan didahului oleh dalih yang dibuat-buat,” katanya merujuk pada video palsu, tuduhan palsu tentang senjata kimia, atau laporan serangan terhadap tentara Rusia yang belum benar-benar terjadi.(France24/OL-5)
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved