Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Luar Negeri AS mengatakan Rusia berusaha menciptakan dalih untuk menyerang Ukraina dengan klaim genosida tanpa bukti dan kuburan massal di wilayah Donbass, timur Ukraina.
Media Rusia menerbitkan artikel dan foto minggu ini tentang kuburan massal rahasia yang diklaim di Donbass, yang dikendalikan oleh separatis yang bersekutu dengan Moskow yang telah memerangi pasukan pemerintah Ukraina sejak 2014.
Pada hari Selasa, Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Kyiv melakukan genosida di Donbass.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price menuduh bahwa Moskow membuat klaim sebagai alasan untuk menyerang Ukraina.
"Selama beberapa minggu terakhir, kami juga telah melihat pejabat Rusia dan media Rusia menanam banyak cerita di media, salah satunya dapat diangkat sebagai dalih untuk invasi," kata Price kepada wartawan.
Klaim yang telah menyebar di media sosial tersebut, termasuk genosida, kuburan massal dan potensi pemerintah Ukraina untuk menggunakan senjata kimia terhadap rakyat Donbass.
"Tidak ada dasar kebenaran atas tuduhan-tuduhan ini," kata Price.
"Ini adalah narasi palsu yang dikembangkan Rusia untuk digunakan sebagai dalih untuk aksi militer melawan Ukraina,” tambahnya.
Baca juga: Rusia-Ukraina Masih Memanas, Harga Minyak dan Emas Menanjak
Price mengatakan bahwa menjelang invasi Rusia ke wilayah Krimea Ukraina pada tahun 2014, Moskow juga mengklaim pemerintah menganiaya orang-orang di sana, banyak di antaranya adalah penutur bahasa Rusia.
Di Gedung Putih, Sekretaris Pers Jen Psaki juga menolak tuduhan itu sebagai tipu muslihat bendera palsu.
“Kami berada di jendela di mana kami yakin serangan bisa datang kapan saja, dan itu akan didahului oleh dalih yang dibuat-buat,” katanya merujuk pada video palsu, tuduhan palsu tentang senjata kimia, atau laporan serangan terhadap tentara Rusia yang belum benar-benar terjadi.(France24/OL-5)
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved