Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Tiongkok untuk PBB meminta Amerika Serikat untuk lebih fleksibel dalam berurusan dengan Korea Utara, ketika Beijing bergabung dengan yang lain untuk membatalkan pernyataan bersama Dewan Keamanan rancangan AS yang mengutuk peluncuran rudal Pyongyang.
Rezim Kim Jong Un melakukan tujuh uji coba senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Januari, termasuk meluncurkan rudal paling kuatnya sejak 2017.
Washington telah mengusulkan sebuah pernyataan yang mengecam peluncuran itu, tetapi Tiongkok dan Rusia, bersama dengan negara-negara lain, menolak untuk menandatanganinya.
"Jika mereka ingin melihat beberapa terobosan baru, mereka harus menunjukkan lebih banyak ketulusan dan fleksibilitas," kata Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun, tentang pejabat AS menjelang pertemuan tertutup yang diadakan atas permintaan Washington mengenai Korea Utara.
"Mereka harus datang dengan pendekatan, kebijakan dan tindakan yang lebih menarik dan lebih praktis, lebih fleksibel dan mengakomodasi keprihatinan DPRK," lanjut Zhang kepada wartawan pada Jumat (4/2).
Baca juga: Korut Tak Menyangkal Lakukan Uji Coba Rudal Hwasong-12
Pejabat Tiongkok mencatat sebagai akibat dari kebijakan mantan presiden AS Donald Trump tentang Korea Utara, Pyongyang telah menangguhkan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik internasional.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Zhang mengeluh, "kita telah melihat lingkaran setan konfrontasi, kecaman, sanksi."
Tiongkok dan Rusia telah memblokir tindakan Dewan Keamanan PBB di Korea Utara, dan tahun lalu menyerukan pelonggaran sanksi terhadap Pyongyang atas dasar kemanusiaan.
"Setidaknya kami melakukan sesuatu untuk memfasilitasi perbaikan lebih lanjut dan menghindari eskalasi ketegangan," tutur Zhang.
Korea Utara pada hari Jumat mengirim ucapan selamat kepada Tiongkok atas digelarnya Olimpiade Beijing, sebuah pesan yang dianggap para ahli sebagai sinyal kemungkinan untuk menghentikan penembakan rudal selama acara olahraga.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dijadwalkan mengadakan pembicaraan trilateral di Hawaii pada 12 Februari dengan Korea Selatan dan Jepang mengenai Korea Utara.(Straitstimes/OL-5)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
Hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025, serangkaian insiden kecelakaan pesawat fatal mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved