Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENTAGON mengatakan pihaknya memiliki bukti rencana Moskow untuk memfilmkan serangan palsu Ukraina terhadap Rusia guna membenarkan serangan terhadap negara tetangganya yang pro-Barat.
"Kami memiliki informasi Rusia kemungkinan ingin mengarang dalih untuk melakukan invasi," kata juru bicara Pentagon John Kirby pada Kamis (3/2).
Dia mengatakan kepada wartawan, Washington yakin pemerintah Rusia berencana untuk melancarkan serangan oleh militer Ukraina atau pasukan intelijen terhadap wilayah kedaulatan Rusia atau terhadap orang-orang yang berbahasa Rusia. Yang terakhir ini bisa merujuk pada populasi berbahasa Rusia yang cukup besar di Ukraina.
"Sebagai bagian dari serangan palsu ini, kami percaya bahwa Rusia akan memproduksi video propaganda yang sangat gamblang, yang akan mencakup jenazah dan aktor yang akan menggambarkan pelayat dan gambar lokasi yang hancur," terangnya.
Itu bisa memungkinkan Moskow, yang telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara dan senjata ofensif berat di perbatasan Ukraina, memiliki alasan untuk menyerang.
Pertanyaan Bukti
Baik Kirby maupun Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price, yang juga mengomentari dugaan rencana tersebut, tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Kirby mengatakan bagian dari rencananya adalah membuat peralatan militer Ukraina yang di dalamnya tampaknya dipasok oleh Barat.
"Kami telah melihat aktivitas semacam ini oleh Rusia di masa lalu dan kami percaya penting ketika kami melihatnya seperti ini agar kami dapat menghentikannya," ucap Kirby.
"Saya hanya akan mengatakan bahwa pengalaman kami adalah bahwa sangat sedikit dari sifat ini yang tidak disetujui di tingkat tertinggi pemerintah Rusia," tuturnya tentang rencana tersebut.
Baca juga: Rusia Tuding AS Penyebab Ketegangan di Ukraina
Sementara Price mengatakan dugaan rencana itu adalah salah satu dari sejumlah opsi yang dikembangkan pemerintah Rusia sebagai dalih palsu untuk memulai dan berpotensi membenarkan agresi militer terhadap Ukraina.
Dia mengatakan Amerika Serikat tidak tahu apakah Moskow telah memutuskan untuk melanjutkan rencana tersebut.
“Rusia telah mengisyaratkan kesediaannya untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik sebagai sarana untuk meredakan ketegangan, tetapi tindakan seperti ini menunjukkan hal sebaliknya,” kata Price.
Saat ditekan apakah ada bukti rencana semacam itu, Price mengatakan informasi itu berasal dari intelijen AS, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
"Saya tidak akan menjelaskan apa yang kami miliki, tetapi saya akan menyerahkannya pada penilaian Anda," katanya kepada wartawan.
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menyebut klaim AS atas operasi bendera palsu Moskow sebagai bukti yang jelas dan mengejutkan dari agresi Rusia yang tidak beralasan dan aktivitas licik untuk mengacaukan Ukraina.
"Satu-satunya jalan ke depan adalah bagi Rusia untuk mengurangi, berhenti, dan berkomitmen pada jalur diplomatik," katanya dalam sebuah pernyataan di Twitter.(France24/OL-5)
IRGC hantam gudang sistem anti-drone Ukraina di Dubai. 21 personel Ukraina dikhawatirkan tewas dalam operasi yang menyasar aset militer pendukung AS di wilayah UEA.
Dia menambahkan bahwa pinjaman Uni Eropa sebesar 106 miliar dolar AS dan memorandum dengan Dana Moneter Internasional (IMF) berisiko gagal.
Rusia meluncurkan serangan udara terbesar sejak awal perang, menyasar situs warisan UNESCO hingga rumah sakit bersalin di Ukraina.
Sean Penn tidak hadir saat memenangkan Best Supporting Actor di Oscar 2026. Sang aktor justru tertangkap kamera berada di Kyiv bersama Presiden Zelensky.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved