Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENTAGON mengatakan pihaknya memiliki bukti rencana Moskow untuk memfilmkan serangan palsu Ukraina terhadap Rusia guna membenarkan serangan terhadap negara tetangganya yang pro-Barat.
"Kami memiliki informasi Rusia kemungkinan ingin mengarang dalih untuk melakukan invasi," kata juru bicara Pentagon John Kirby pada Kamis (3/2).
Dia mengatakan kepada wartawan, Washington yakin pemerintah Rusia berencana untuk melancarkan serangan oleh militer Ukraina atau pasukan intelijen terhadap wilayah kedaulatan Rusia atau terhadap orang-orang yang berbahasa Rusia. Yang terakhir ini bisa merujuk pada populasi berbahasa Rusia yang cukup besar di Ukraina.
"Sebagai bagian dari serangan palsu ini, kami percaya bahwa Rusia akan memproduksi video propaganda yang sangat gamblang, yang akan mencakup jenazah dan aktor yang akan menggambarkan pelayat dan gambar lokasi yang hancur," terangnya.
Itu bisa memungkinkan Moskow, yang telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara dan senjata ofensif berat di perbatasan Ukraina, memiliki alasan untuk menyerang.
Pertanyaan Bukti
Baik Kirby maupun Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price, yang juga mengomentari dugaan rencana tersebut, tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Kirby mengatakan bagian dari rencananya adalah membuat peralatan militer Ukraina yang di dalamnya tampaknya dipasok oleh Barat.
"Kami telah melihat aktivitas semacam ini oleh Rusia di masa lalu dan kami percaya penting ketika kami melihatnya seperti ini agar kami dapat menghentikannya," ucap Kirby.
"Saya hanya akan mengatakan bahwa pengalaman kami adalah bahwa sangat sedikit dari sifat ini yang tidak disetujui di tingkat tertinggi pemerintah Rusia," tuturnya tentang rencana tersebut.
Baca juga: Rusia Tuding AS Penyebab Ketegangan di Ukraina
Sementara Price mengatakan dugaan rencana itu adalah salah satu dari sejumlah opsi yang dikembangkan pemerintah Rusia sebagai dalih palsu untuk memulai dan berpotensi membenarkan agresi militer terhadap Ukraina.
Dia mengatakan Amerika Serikat tidak tahu apakah Moskow telah memutuskan untuk melanjutkan rencana tersebut.
“Rusia telah mengisyaratkan kesediaannya untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik sebagai sarana untuk meredakan ketegangan, tetapi tindakan seperti ini menunjukkan hal sebaliknya,” kata Price.
Saat ditekan apakah ada bukti rencana semacam itu, Price mengatakan informasi itu berasal dari intelijen AS, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
"Saya tidak akan menjelaskan apa yang kami miliki, tetapi saya akan menyerahkannya pada penilaian Anda," katanya kepada wartawan.
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menyebut klaim AS atas operasi bendera palsu Moskow sebagai bukti yang jelas dan mengejutkan dari agresi Rusia yang tidak beralasan dan aktivitas licik untuk mengacaukan Ukraina.
"Satu-satunya jalan ke depan adalah bagi Rusia untuk mengurangi, berhenti, dan berkomitmen pada jalur diplomatik," katanya dalam sebuah pernyataan di Twitter.(France24/OL-5)
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved