Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL menolak tuduhan para pemimpin Gereja bahwa kelompok radikal yang tidak disebutkan namanya mencoba untuk mengusir orang-orang Kristen dari Tanah Suci. Para patriark dan kepala gereja di Jerusalem mengatakan pihak berwenang telah gagal mengekang serangan terhadap orang Kristen dan penodaan situs mereka.
Dalam suatu pernyataan yang dirilis pada Senin (20/12) malam, pemerintah Israel mengatakan pernyataan para pemimpin Gereja Jerusalem tidak berdasar dan mendistorsi realitas komunitas Kristen di Israel.
"Para pemimpin agama memiliki peran penting dalam pendidikan untuk toleransi dan koeksistensi. Para pemimpin Gereja diharapkan memahami tanggung jawab mereka dan konsekuensi dari yang telah mereka terbitkan yang dapat mengarah pada kekerasan dan membahayakan orang-orang tidak bersalah," demikian pernyataan itu dilansir dari BBC.
Pernyataan itu juga menuduh mereka diam atas penderitaan banyak komunitas Kristen di tempat lain di Timur Tengah.
Tidak ada tanggapan segera dari para pemimpin Gereja Jerusalem. Akan tetapi juru bicara Uskup Agung Canterbury mengatakan dia telah berulang kali berbicara tentang penganiayaan orang Kristen di Timur Tengah dan bagian lain dunia.
Baca juga: Ditembak Mati Warga Palestina yang Ingin Tabrak Tentara Israel
Uskup Agung Canterbury mengatakan pernyataan itu merupakan peringatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mendesak. Jumlah keseluruhan orang Kristen Arab Palestina di Israel, Tepi Barat yang diduduki, dan Jalur Gaza bertumbuh, tetapi secara komunitas telah menurun selama bertahun-tahun sebagai bagian dari populasi.
Orang-orang Kristen sekarang berjumlah kurang dari 2% dari populasi dan kurang dari 2.000 diyakini tertinggal di Kota Tua Jerusalem.
Para pemimpin Gereja di Jerusalem memperingatkan dalam pernyataan mereka bahwa sejak 2012 telah terjadi, "Tak terhitung banyaknya serangan fisik dan verbal terhadap para imam dan pendeta lain, serangan terhadap gereja-gereja Kristen, dengan tempat-tempat suci yang secara teratur dirusak dan dinodai, dan intimidasi berkelanjutan terhadap orang-orang Kristen lokal yang hanya berusaha untuk beribadah dengan bebas dan menjalani kehidupan sehari-hari mereka."
"Taktik ini digunakan oleh kelompok radikal seperti itu dalam upaya sistematis untuk mengusir komunitas Kristen keluar dari Jerusalem dan bagian lain dari Tanah Suci." Mereka mengakui komitmen pemerintah Israel untuk melindungi masyarakat, tetapi mengatakan itu dikhianati oleh kegagalan politisi lokal, pejabat, dan lembaga penegak hukum.
Uskup Agung Canterbury dan pemimpin spiritual dari 85 juta persekutuan global Anglikan, Justin Welby, serta Uskup Agung Anglikan di Jerusalem, Hosam Naoum, mendukung pernyataan itu dalam artikel yang diterbitkan oleh Sunday Times yang memperingatkan, "Tragedi bersejarah yang sedang berlangsung saat ini."
Baca juga: Pemimpin Gereja Jerusalem: Kelompok Israel Radikal Usir Orang Kristen
Mereka memuji kebebasan demokratis dan beragama yang dinikmati orang Kristen di Israel. Akan tetapi mereka pun mengatakan meningkatnya pelecehan fisik dan verbal terhadap pendeta Kristen dan perusakan tempat-tempat suci oleh kelompok radikal menjadi upaya bersama untuk mengintimidasi dan mengusir mereka.
Mereka menambahkan bahwa komunitas pemukim Israel dan pembatasan pergerakan di Tepi Barat memperdalam isolasi desa-desa Kristen dan membatasi kemungkinan ekonomi dan sosial. "Tidak harus seperti ini. Tren ini dapat dibalik tetapi tindakan harus diambil dengan cepat. Kami mendorong pemerintah dan otoritas di wilayah tersebut untuk mendengarkan para pemimpin gereja di tengah-tengah mereka." (OL-14)
Pasukan Israel ubah Kota Tua Jerusalem jadi barak militer. Akses Al-Aqsa ditutup 16 hari, jemaah terpaksa salat Tarawih di jalanan. Simak laporan lengkapnya.
Otoritas Israel tutup Masjid Al-Aqsa selama 16 hari berturut-turut di akhir Ramadan 2026. Pertama kali dalam sejarah sejak 1967, salat Tarawih dilarang.
Indonesia bersama negara Arab dan Islam kecam keras penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. Larangan Tarawih & Itikaf pertama sejak 1967. Simak pernyataan resminya.
Pasukan Israel tutup Masjid Al-Aqsa 11 hari berturut-turut di Ramadan 2026. Pertama kali sejak 1967, salat Tarawih dan I'tikaf dilarang di situs suci.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Serangan Israel yang membabi buta terhadap lembaga-lembaga UNRWA di Palestina mengancam penghentian tugas kemanusiaan mereka bagi sebagian besar warga Palestina.
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan serangan ke Iran dan Libanon terus berlanjut meski ada klaim kesepakatan dari Donald Trump. Pakistan tawarkan diri jadi mediator.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya pembicaraan positif dengan pejabat tinggi Iran di tengah ketegangan perang. Benarkah deeskalasi segera terjadi?
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved