Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGOSIATOR Amerika Serikat (AS) Rob Malley mengatakan hanya ada beberapa minggu tersisa untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran jika ia melanjutkan kegiatan nuklirnya pada kecepatan saat ini.
Malley, dalam sebuah wawancara dengan CNN, memperingatkan periode krisis yang meningkat jika diplomasi gagal memulihkan perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).
Negosiasi dimulai kembali pada November, setelah jeda lima bulan, untuk mencoba memulihkan kesepakatan dengan Iran, yang ditarik AS di bawah mantan presiden Donald Trump pada 2018.
Baca juga: Tidak seperti Barat, Iran Percaya Diri tentang Pembicaraan Nuklir
Pembicaraan tidak langsung telah ditangguhkan tetapi Malley mengatakan dia berharap mereka akan melanjutkan relatif segera.
Iran mengklaim hanya ingin mengembangkan kemampuan nuklir sipil tetapi kekuatan Barat mengatakan persediaan uranium yang diperkaya melampaui itu dan dapat digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Washington, baru-baru ini, telah memperingatkan bahwa mungkin sudah terlambat untuk menghidupkan kembali JCPOA.
"Itu sangat tergantung pada kecepatan proses nuklir mereka," kata Malley, utusan khusus AS untuk Iran, Selasa (21/12).
"Jika mereka menghentikan kemajuan nuklir, kita punya lebih banyak waktu,”
"Jika mereka melanjutkan dengan kecepatan mereka saat ini, kami memiliki beberapa minggu tersisa tetapi tidak lebih dari itu, pada titik kesimpulannya adalah tidak ada kesepakatan untuk dihidupkan kembali.”
"Pada titik tertentu dalam waktu yang tidak terlalu lama kita harus menyimpulkan JCPOA tidak ada lagi dan kita harus menegosiasikan kesepakatan yang sama sekali berbeda dan kita akan melalui periode krisis yang meningkat," tambahnya.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Selasa (21/12), mengatakan dia tidak akan menetapkan tenggat waktu untuk pembicaraan itu.
"Saya tidak akan memberikan batasan waktu untuk itu," kata Blinken kepada wartawan, tetapi landasan yang tersisa untuk sebuah kesepakatan menjadi sangat, sangat, sangat singkat.
"Kami terus memiliki minat yang kuat untuk melihat apakah kami dapat mengembalikan program nuklir ke dalam kotaknya.”
"Tetapi jika kami tidak dapat melakukan itu, karena Iran tidak akan terlibat dengan itikad baik, maka kami secara aktif mencari alternatif dan opsi,” imbuhnya.
Perjanjian 2015 memastikan keringanan sanksi bagi Iran dengan imbalan pembatasan ketat pada program nuklirnya, yang ditempatkan di bawah pengawasan PBB yang ekstensif.
Trump melanjutkan untuk memperkenalkan kembali sanksi, mendorong Teheran untuk mulai mengabaikan batasan kesepakatan pada kegiatan nuklirnya pada 2019.
Putaran pembicaraan baru-baru ini telah tersandung oleh sanksi yang siap dicabut Washington dan jaminan yang diminta oleh Iran untuk melindungi terhadap prospek penarikan AS di masa depan. (France24/OL-1)
PM Keir Starmer resmi mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk operasi defensif terhadap Iran di tengah kecaman Donald Trump.
Donald Trump klaim Iran telah menyerah dan meminta maaf kepada negara Timur Tengah setelah serangan AS-Israel. Simak ancaman "penghancuran total" terbaru dari Trump.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik Timur Tengah hanya akan berakhir jika Iran menyerah tanpa syarat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak serangan Iran sejak pecahnya konflik di Timur Tengah
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Menlu Iran Abbas Araqchi kecam Sekjen PBB karena lebih cemas pada ekonomi global daripada pembantaian warga sipil, termasuk 175 anak-anak di Kota Minab.
Presiden Emmanuel Macron mengumumkan transformasi besar kebijakan pertahanan nuklir Prancis. Delapan negara Eropa akan bergabung dalam strategi "Advanced Deterrence".
Simak profil lengkap Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang wafat pada 2026. Jejak politik, revolusi, hingga babak baru suksesi Iran.
IRAN membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran tengah mengembangkan rudal berjangkauan hingga Amerika Serikat termasuk ambisi nuklir militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un memamerkan puluhan peluncur roket berkemampuan nuklir menjelang kongres penting Partai Buruh, menurut media negara.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Jenewa untuk mengikuti putaran kedua perundingan nuklir dengan Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved