Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Rabu (8/12), mengucapkan selamat kepada kanselir baru Jerman Olaf Scholz dan menjanjikan hubungan yang lebih mesra antara kedua negara.
Wakil Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan kepada wartawan bahwa Biden berterima kasih kepada Angela Merkel atas kepemimpinannya di Jerman selama bertahun-tahun.
"Biden kemudian mengucapkan selamat kepada Scholz dan menantikan kesempatan memperkuat hubungan antara kedua negara," ujar Jean-Pierre.
Baca juga: Scholz Gantikan Merkel Sebagai Kanselir Jerman
Scholz ditunjuk sebagai pemimpin kesembilan Jerman pasca-Perang Dunia II menggantikan Merkel yang menjabat selama 16 tahun.
Jean-Pierre memastikan belum ada rencana komunikasi antara Biden dan Scholz namun presiden AS itu tidak sabar berbicara dengan kanselir baru Jerman itu. (AFP/OL-1)
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Merz juga menegaskan kembali penolakannya untuk mengirim kapal perang Jerman ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Presiden Donald Trump menyambut Lionel Messi dan Inter Miami di Gedung Putih. Trump puji Messi lebih hebat dari Pele dan sindir Joe Biden. Cek selengkapnya!
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved