Rabu 08 Desember 2021, 12:33 WIB

PBB Peringatkan Lonjakan Pengungsi Afghanistan

Nur Aivanni  | Internasional
PBB Peringatkan Lonjakan Pengungsi Afghanistan

AFP
Ilustrasi

 

KOMISARIS Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Filippo Grandi memperingatkan gelombang pengungsi Afghanistan di tengah meningkatnya kekhawatiran keruntuhan ekonomi di negara yang dilanda perang itu dan menyerukan bantuan ekonomi yang mendesak.

"Kami berisiko mengalami ledakan yang pasti akan menyebabkan arus masuk orang di dalam negeri, tetapi pada saat itu juga di luar negeri untuk mencari kondisi kehidupan yang lebih baik," kata Grandi kepada wartawan melalui tautan video dari Jenewa.

Baca juga: Biden Peringatkan Putin Soal Serangan ke Ukraina

PBB telah berulang kali memperingatkan bahwa Afghanistan berada di ambang krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Lebih dari setengah dari 38 juta penduduk Afghanistan diperkirakan akan menghadapi kelaparan musim dingin ini, menurut kelompok-kelompok bantuan, ketika ekonomi tertatih-tatih di ambang kehancuran setelah Taliban kembali berkuasa dan bantuan internasional tetap dibekukan.

Grandi mengatakan bahwa krisis itu masih dapat dihindari, tetapi membutuhkan tindakan yang lebih cepat dalam hal penerapan sistem untuk memastikan ekonomi Afghanistan dapat berfungsi, bahwa layanan berlanjut dan arus kas ke negara itu dilanjutkan.

Dia menambahkan bahwa dia akan melakukan perjalanan ke Teheran dalam beberapa hari untuk membahas masalah tersebut dengan para pemimpin Iran. Iran telah menjadi tujuan utama bagi para pengungsi Afghanistan yang melarikan diri dari perang dan masalah ekonomi selama beberapa dekade.

Terlepas dari risiko kelaparan di Afghanistan, Iran baru-baru ini mengusir puluhan ribu warga Afghanistan setiap minggu, termasuk mereka yang telah lama tinggal di sana.

Menurut UNHCR, ada 3,4 juta warga Afghanistan di Iran, termasuk hampir dua juta migran tidak berdokumen dan 800.000 pengungsi.

Selanjutnya, sekitar 3,5 juta warga Afghanistan telah mengungsi di dalam negara mereka, banyak dari mereka yang melakukannya sebelum Taliban berkuasa pada Agustus, menurut perkiraan PBB.

Grandi tidak mengatakan berapa banyak orang yang telah mengungsi sejak Taliban mengambil alih negara tersebut dan berapa banyak pengungsi baru yang diperkirakan. Pasalnya, dia belum memiliki angka-angka tersebut. (AFP/OL-6)

Baca Juga

AFP

Jerman akan Kirim Rumah Sakit Lapangan ke Ukraina

👤Nur Aivanni  🕔Sabtu 22 Januari 2022, 15:22 WIB
Berlin telah mengirimkan respirator ke Ukraina dan tentara Ukraina yang terluka parah saat ini dirawat di rumah sakit...
Ilustrasi

Serangan Udara di Penjara Yaman Tewaskan 70 Orang

👤Nur Aivanni  🕔Sabtu 22 Januari 2022, 15:00 WIB
Pemberontak Houthi merilis rekaman video mengerikan yang menunjukkan mayat-mayat di reruntuhan dan mayat-mayat yang hancur akibat serangan...
AFP/Paul Faith

Irlandia Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19

👤Nur Aivanni  🕔Sabtu 22 Januari 2022, 14:30 WIB
mayoritas tindakan kesehatan masyarakat yang harus dijalani akan dihapus, sambil memperingatkan pandemi belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya