Rabu 08 Desember 2021, 12:26 WIB

Biden Peringatkan Putin Soal Serangan ke Ukraina

Nur Aivanni | Internasional
Biden Peringatkan Putin Soal Serangan ke Ukraina

AFP/Handout / The White House
Presiden AS Joe Biden berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT antara kedua negara yang digelar secara daring.

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Selasa (7/12), memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang serangan balik Barat terhadap setiap serangan Rusia di Ukraina. Sementara itu, pemimpin Kremlin menuntut jaminan bahwa aliansi NATO menjauhi Rusia.

Kedua pemimpin tersebut bertemu melalui tautan video dalam KTT yang berlangsung selama dua jam. 

Pertemuan itu dipandang sebagai kesempatan penting untuk meredakan ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina, saat Rusia telah mengerahkan hingga 100.000 pasukan, yang memicu kekhawatiran perang besar di Eropa.

Baca juga: Biden Ancam Putin dengan Sanksi Ekonomi Terkait Krisis Ukraina

Rusia membantah berencana menyerang Ukraina. Namun, Biden menjelaskan kesulitan ekonomi, mungkin termasuk risiko untuk pipa gas alam Nord Stream 2 Rusia yang memasok Eropa, akan menyusul jika itu terjadi.

"Presiden Biden menyuarakan keprihatinan mendalam Amerika Serikat dan sekutu Eropa kami tentang eskalasi pasukan Rusia di sekitar Ukraina," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Biden menjelaskan AS dan sekutunya akan merespons dengan langkah-langkah ekonomi dan lainnya jika terjadi eskalasi militer. 

"Pemimpin AS itu juga menyerukan deeskalasi dan kembali ke diplomasi," kata pernyataan itu.

Sementara itu, Kremlin mengatakan Putin menyalahkan NATO atas ketegangan di Ukraina dan bersikeras pada "jaminan hukum" terhadap aliansi militer Barat yang memperluas kekuatannya lebih dekat ke Rusia.

Adapun suasana pertemuan tersebut, Biden diperlihatkan dalam foto resmi duduk di balik pintu tertutup dengan menteri luar negeri dan penasihat keamanan nasional di 'Situation Room', Gedung Putih. Sementara Putin, di kediaman resornya di Sochi, digambarkan sendirian di meja panjang di depan layar video.

AS mengatakan tidak tahu pasti apa maksud Rusia di Ukraina. Rusia telah mendukung pemberontakan separatis yang kuat di petak-petak Ukraina timur dan mencaplok semenanjung Krimea dari Kiev pada 2014.

"Pasukan Rusia berada di wilayah mereka, mereka tidak mengancam siapa pun," kata penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yury Ushakov, kepada wartawan setelah KTT melalui video tersebut.

Sebaliknya, Putin mengatakan dia melihat aliansi Ukraina yang berkembang dengan negara-negara Barat sebagai ancaman bagi keamanan Rusia - dan bahwa setiap langkah Ukraina untuk bergabung dengan NATO atau menjadi tuan rumah rudal NATO tidak dapat diterima.

"Rusia sangat berkepentingan untuk mendapatkan jaminan hukum yang dapat diandalkan yang akan mengecualikan ekspansi NATO ke arah timur dan penyebaran senjata serangan ofensif di negara-negara yang berdekatan dengan Rusia," kata Kremlin.

Sementara Ukraina hampir tidak bisa bergabung dengan NATO, Amerika Serikat dan NATO mengatakan Rusia tidak dapat diberi hak veto atas ambisi Ukraina yang condong ke Barat.

Penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, mengatakan kepada wartawan bahwa Biden tidak membuat komitmen atau konsesi seperti itu.

Biden kemudian berbicara dengan para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman dan Italia setelah dia bertemu dengan Putin. Dikatakan Gedung Putih, mereka menggarisbawahi dukungan mereka untuk kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, serta perlunya Rusia untuk mengurangi ketegangan.

Dan, pada Kamis, Biden akan menghubungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Dok MI

Polisi Selidiki Pelaku Penembakan yang Diarahkan ke Sekolah

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 18:42 WIB
Sejumlah tembakan diarahkan ke sebuah sekolah di kota Bremerhaven di Jerman utara pada Kamis (19/5) dan melukai satu orang, kata...
euronews.com

Amerika Serikat Mengonfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 18:31 WIB
Amerika Serikat mengonfirmasi kasus cacar monyet pada Rabu (18/5), kasus virus langka pertama yang teridentifikasi di negara tersebut tahun...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Tangkap Pembawa Jenazah Jurnalis Al Jazeera terkait Terorisme

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:48 WIB
Warga Palestina dan jaringan TV mengatakan pasukan Israel membunuhnya. Israel berdalih dia mungkin terbunuh oleh tembakan kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya