Selasa 23 November 2021, 11:47 WIB

Diplomat Uni Eropa Tentang Kebijakan Permukiman Israel di Tepi Barat

Nur Aivanni | Internasional
Diplomat Uni Eropa Tentang Kebijakan Permukiman Israel di Tepi Barat

AFP/AHMAD GHARABLI
Ilustrasi: Permukiman Israel di dekat Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina.

 

Kepala misi dan perwakilan dari Uni Eropa (UE) dan negara-negara yang berpikiran sama pada Senin menegaskan penentangan yang kuat terhadap perluasan permukiman Israel di Tepi Barat.

Para diplomat mengunjungi beberapa daerah di Tepi Barat dan di dekat Yerusalem Timur, menyusul pengumuman baru-baru ini oleh pemerintah Israel untuk memajukan rencana permukiman besar di daerah tersebut, menurut sebuah laporan oleh kantor berita resmi Palestina WAFA.

"Kunjungan itu diselenggarakan oleh LSM Israel Ir Amim, yang memberi penjelasan kepada para diplomat tentang konsekuensi yang sangat mengkhawatirkan dari rencana pemukiman untuk Givat Hamatos, Har Homa, E1 dan Qalandia/Atarot," kata laporan itu.

Selama kunjungan tersebut, para diplomat mengatakan bahwa permukiman itu ilegal menurut hukum internasional dan secara signifikan merusak upaya yang sedang berlangsung untuk membangun kembali kepercayaan antara Israel dan Palestina, dan bahwa negara mereka tidak akan mengakui perubahan apa pun pada perbatasan pra-1967, termasuk yang berkaitan dengan Yerusalem, selain yang disepakati oleh para pihak.

Juga pada Senin, Kantor Perwakilan Uni Eropa untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza menerbitkan siaran pers, di mana mengutip Perwakilan Uni Eropa di Palestina Sven Kuhn von Burgsdorff yang mengatakan, "persetujuan baru-baru ini dari ribuan unit rumah untuk pemukim Israel bertujuan untuk memutuskan hubungan orang-orang Palestina dari kota mereka dan mengubah identitas Yerusalem Timur".

Permukiman Israel, kata Burgsdorff, jelas melanggar hukum internasional dan merupakan hambatan besar bagi perdamaian yang adil, terakhir dan komprehensif antara Israel dan Palestina.

Pada Oktober, Dewan Perencanaan Tinggi Israel menyetujui rencana untuk membangun 2.860 unit rumah baru di 30 permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, menurut laporan media lokal.

Dikatakan laporan tersebut, sebagian dari rencana tersebut menerima persetujuan akhir untuk validasi, sementara yang lain akan diajukan untuk persetujuan akhir pada tahap selanjutnya.

Komite Perencanaan dan Pembangunan Distrik Yerusalem akan mengadakan sidang pada 6 Desember untuk membahas pembangunan 9.000 unit rumah di permukiman Israel Atarot di Yerusalem Timur. (Xinhua/OL-12)

 

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli.

Anggota Knesset Mundur, Pemerintah Israel Kini Minoritas dalam Parlemen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:17 WIB
Menyetujui mosi untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru membutuhkan 61...
AFP/Abbas Momani.

Mahasiswa Hamas Rayakan Kemenangan Jajak Pendapat Universitas Tepi Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:35 WIB
Blok Islam Al Wafaa Hamas memenangkan 28 dari 51 kursi di dewan mahasiswa di Universitas...
ANTARA/HO-PDIP

Berbicara di Forum BRICS, Megawati Dukung Pembentukan New Development Bank

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:32 WIB
Megawati juga mengatakan kerja sama bagi masa depan yang lebih mengedepankan kelestarian alam, harus ditingkatkan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya