Senin 08 November 2021, 20:38 WIB

Iran Tuntut Jaminan AS tidak Ingkari lagi Kesepakatan Nuklir

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Tuntut Jaminan AS tidak Ingkari lagi Kesepakatan Nuklir

AFP/Kantor Angkatan Darat Iran.
Seorang tentara Iran menembakkan granat berpeluncur roket (RPG) selama latihan militer di pantai laut Oman di wilayah pesisir Balushistan.

 

IRAN menuntut jaminan Amerika Serikat bahwa mereka tidak akan pernah lagi menarik diri dari perjanjian nuklir pada 2015. Republik Islam itu memperingatkan Teheran tidak akan menerima pengembalian sebagian dari kesepakatan itu.

"Washington harus menjamin bahwa tidak ada pemerintah Amerika lain yang dapat mencemooh dunia atau hukum internasional dan yang telah dilakukan tidak akan pernah terulang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Said Khatibzadeh pada konferensi pers merujuk pada penarikan AS pada 2018.

Pembicaraan untuk memulihkan kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia akan dilanjutkan di Wina pada 29 November, setelah ditangguhkan sejak Juni. Khabtizadeh mengatakan Washington harus secara definitif mencabut sanksi yang tidak adil dan ilegal yang telah mereka berikan setelah penarikan mereka dari perjanjian nuklir.

Baca juga: Vietnam Gandeng Iran Bicarakan Kapal Tanker Minyak yang Disita

Juru bicara itu menekankan bahwa kemajuan dalam negosiasi bergantung pada pencabutan sanksi AS. AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan di bawah presiden Donald Trump dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Iran, termasuk larangan sepihak pada ekspor minyaknya.

Sebagai tanggapan, Iran mulai pada 2019 berjalan kembali pada pembatasan ketat pada kegiatan nuklirnya di bawah kesepakatan. Kecuali sanksi dicabut, Iran tidak akan membalikkan langkah-langkah tersebut, kata Khabtizadeh.

Presiden Joe Biden mengambil alih Gedung Putih pada Januari berharap untuk kembali ke kesepakatan 2015.
Tidak ada pengembalian sebagian dari kesepakatan itu, juru bicara Kemenlu Iran itu memperingatkan. "Entah kita setuju dalam segala hal atau tidak sama sekali," katanya.

Dia mengumumkan Wakil Menteri Luar Negeri Ali Bagheri akan menjabat sebagai kepala negosiator Iran. Ia akan mengunjungi London, Paris, Berlin, dan kemungkinan Madrid pada minggu ini.

Baca juga: Polisi Irak Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Pro-Iran

Pada Sabtu, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian meminta Barat untuk realistis dan menahan diri dari tuntutan berlebihan kepada Iran. Itu disampaikan selama telepon dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Dok MI

Polisi Selidiki Pelaku Penembakan yang Diarahkan ke Sekolah

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 18:42 WIB
Sejumlah tembakan diarahkan ke sebuah sekolah di kota Bremerhaven di Jerman utara pada Kamis (19/5) dan melukai satu orang, kata...
euronews.com

Amerika Serikat Mengonfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 18:31 WIB
Amerika Serikat mengonfirmasi kasus cacar monyet pada Rabu (18/5), kasus virus langka pertama yang teridentifikasi di negara tersebut tahun...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Tangkap Pembawa Jenazah Jurnalis Al Jazeera terkait Terorisme

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:48 WIB
Warga Palestina dan jaringan TV mengatakan pasukan Israel membunuhnya. Israel berdalih dia mungkin terbunuh oleh tembakan kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya