Sabtu 06 November 2021, 11:38 WIB

Tiongkok Ancam Pidanakan Para Pendukung Kemerdekaan Taiwan

Nur Aivanni | Internasional
Tiongkok Ancam Pidanakan Para Pendukung Kemerdekaan Taiwan

Sam Yeh / AFP
Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang termasuk tokoh yang dicap penguasa Tiongkok sebagai -orang yang "keras kepala pro-kemerdekaan Taiwan".

 

JURU Bicara Kantor Urusan Taiwan Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok akan membuat orang-orang yang mendukung kemerdekaan Taiwan bertanggung jawab secara pidana seumur hidup, di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Taipei.

Pada Jumat (6/11), Kantor Urusan Taiwan di Beijing memperingatkan bahwa daratan akan mengejar tanggung jawab pidana untuk kemerdekaan Taiwan sesuai dengan hukum, agar berlaku seumur hidup.

Hal ini adalah pertama kalinya Tiongkok secara konkret menyatakan hukuman bagi orang-orang yang dianggap pro-kemerdekaan Taiwan.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya – akan direbut suatu hari, dengan paksa jika perlu – dan telah mengintensifkan upaya dalam beberapa tahun terakhir untuk mengisolasi pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu di panggung internasional.

Pada Jumat (6/11), kantor tersebut menyebut Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang, Ketua Parlemen You Si-kun dan Menteri Luar Negeri Joseph Wu sebagai orang-orang yang "keras kepala pro-kemerdekaan Taiwan", dan mengumumkan untuk pertama kalinya telah menyusun daftar orang-orang yang termasuk dalam kategori tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat, Juru Bicara Zhu Fenglian mengatakan Tiongkok akan memberlakukan hukuman pada orang-orang yang masuk dalam daftar tersebut, dengan tidak membiarkan mereka memasuki daratan dan Daerah Administratif Khusus Tiongkok di Hong Kong dan Makau.

Orang-orang yang masuk daftar hitam itu, katanya lebih lanjut, tidak akan diizinkan untuk bekerja sama dengan entitas atau orang-orang dari daratan, juga perusahaan atau entitas yang mendanai mereka tidak akan diizinkan untuk mengambil untung dari daratan.

Politisi Taiwan sebagian mengandalkan sumbangan dari perusahaan untuk mendanai kampanye pemilihan mereka. Banyak perusahaan Taiwan memperoleh keuntungan dari melakukan bisnis dengan daratan. Puluhan ribu orang Taiwan saat ini bekerja di daratan.

Tiongkok, kata Zhu, juga akan mengambil tindakan lain yang diperlukan terhadap orang-orang tersebut.

Dia mengatakan pesan yang ingin dikirim Tiongkok kepada pendukung kemerdekaan Taiwan adalah: "Mereka yang melupakan leluhur mereka, mengkhianati tanah air dan memecah belah negara, tidak akan pernah berakhir dengan baik dan akan ditolak oleh rakyat dan dihakimi oleh sejarah". (Al Jazeera/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli.

Ketua Parlemen Turki Kutuk Pengusiran Warga Palestina oleh Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:11 WIB
Sentop menyatakan bahwa serangan terhadap status demografis dan hukum Jerusalem menjadi hambatan terbesar untuk mencari solusi dan...
AFP/Hazem Bader.

Israel Paksa Keluarga Palestina Angkat Kaki dari Rumah Mereka

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:00 WIB
Ratusan rumah Palestina di kota itu berada di bawah ancaman penggusuran paksa dan pembongkaran dengan dalih pembangunan tanpa...
 Fabrice COFFRINI / AFP

Tedros Jadi Calon Tunggal untuk Kembali Pimpin WHO

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 25 Januari 2022, 16:11 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, dokter spesialis malaria berusia 56 tahun itu telah menerima banyak pujian atas caranya memimpin WHO...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya