Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Negara Islam-Khorasan (ISIS-K) mengklaim melakukan pemboman sebuah rumah sakit militer di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Selasa (2/11) yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai 50 orang lainnya.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di saluran Telegramnya, kelompok jihad itu mengatakan bahwa lima pejuang kelompok ISIS melakukan serangan terkoordinasi secara simultan di tempat kejadian yang luas.
Dikatakan bahwa seorang jihadis meledakkan sabuk peledak di pintu masuk rumah sakit sebelum militan lain menyerbu fasilitas itu dan melepaskan tembakan.
"Pemberontak ISIS ingin menargetkan warga sipil, dokter dan pasien di rumah sakit," kata Juru Bicara Taliban Zabiullah Mujahid, yang mengklaim bahwa pasukan Taliban berhasil memukul mundur serangan itu dalam waktu 15 menit.
Sebagai bagian dari tanggapan tersebut, katanya, pasukan khusus Taliban diturunkan ke atap rumah sakit dari salah satu helikopter yang disita kelompok itu dari bekas pemerintah Afghanistan yang didukung AS.
Serangan itu terjadi ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan bahan peledaknya di dekat pintu masuk fasilitas tersebut. Orang-orang bersenjata kemudian masuk ke halaman rumah sakit, menembakkan senjata mereka.
"Sembilan belas mayat dan sekitar 50 orang terluka telah dibawa ke rumah sakit di Kabul," kata seorang pejabat Kementerian Kesehatan yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP.
Seorang perempuan yang terperangkap di rumah sakit ketika serangan itu dimulai mengatakan kepada AFP bagaimana dia dan temannya merasa akan mati. "Ada ledakan di pintu," kata Rowana Dawari, seorang penyair dan dosen, kepada AFP.
"Daesh datang dan mulai menembak, kami terjebak. Kami mendengar tembakan, kaca pecah. Kami mengunci diri di kamar mandi," katanya, yang merujuk pada ISIS dengan nama lokalnya.
"Kemudian, Taliban datang dan kami melihat mereka bersama dokter kami, jadi kami tahu itu baik-baik saja," katanya. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Serangan Bom Bunuh Diri di RS Militer di Kabul Tewaskan 19 Orang
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved