Rabu 20 Oktober 2021, 09:27 WIB

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Various sources / AFP
Kantor berita Korea Utara KCNA merilis foto peluncuran rudal balistik dari kapal selam yang tak diungkap lokasinya pada Selasa (19/10)..

 

KOREA Utara (Korut) telah melakukan uji coba rudal balistik baru dari kapal selam, media pemerintah melaporkan pada Rabu (20/10).

Pernyataan dari media pemerintah itu muncul sehari setelah militer Korea Selatan melaporkan bahwa mereka yakin Korea Utara telah menembakkan rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM) di lepas pantai timurnya.

Gedung Putih mendesak Korea Utara untuk menahan diri dari provokasi lebih lanjut, dengan juru bicara Jen Psaki mengatakan pada Selasa bahwa Amerika Serikat (AS) tetap terbuka untuk terlibat secara diplomatik dengan Korea Utara mengenai program senjatanya.

Pyongyang sejauh ini telah menolak tawaran itu, menuduh AS dan Korea Selatan membicarakan diplomasi sambil meningkatkan ketegangan dengan kegiatan militer mereka sendiri.

“SLBM tipe baru itu diluncurkan dari kapal selam yang sama yang terlibat dalam uji coba SLBM lama pada tahun 2016,” kata kantor berita negara Korea Utara KCNA.

Korea Utara memiliki armada besar kapal selam tua, tetapi belum mengerahkan kapal selam rudal balistik operasional di luar kapal eksperimental kelas Gorae yang digunakan dalam pengujian.

Analis mencatat bahwa foto-foto yang dirilis oleh KCNA tampaknya menunjukkan rudal yang lebih tipis dan lebih kecil dari desain SLBM Korea Utara sebelumnya.

Kemungkinan model rudal yang sebelumnya tidak terlihat yang pertama kali dipamerkan di pameran pertahanan di Pyongyang pekan lalu.

SLBM yang lebih kecil dapat berarti lebih banyak rudal yang disimpan di satu kapal selam, meskipun dengan jangkauan yang lebih pendek, berpotensi menempatkan Korea Utara lebih dekat untuk menerjunkan kapal selam rudal balistik operasional (SSB).

 

“Meskipun desain SLBM Korea Utara yang lebih kecil dapat memungkinkan lebih banyak rudal per kapal, itu juga dapat memungkinkan desain SSB yang lebih kecil dan tidak terlalu menantang, termasuk integrasi/konversi yang lebih mudah pada kapal selam yang sudah ada sebelumnya,” kata seorang peneliti pertahanan di International Institute for Strategic Studi, Joseph Dempsey di Twitter.

Namun, perkembangan itu diperkirakan hanya berdampak terbatas pada persenjataan Pyongyang sampai membuat lebih banyak kemajuan pada kapal selam yang lebih besar yang telah terlihat dalam pembangunan.

“Itu hanya berarti mereka mencoba mendiversifikasi opsi peluncuran kapal selam mereka,” kata Dave Schmerler, rekan peneliti senior dari James Martin Center for Nonproliferation Studies di California.

“Ini adalah perkembangan yang menarik tetapi dengan hanya satu kapal selam di dalam air yang dapat meluncurkan satu atau dua dari ini, itu tidak banyak berubah,” imbuhnya.

“SLBM tipe baru ini menampilkan teknologi panduan kontrol canggih termasuk mobilitas sayap dan mobilitas lompat luncur,” kata KCNA.

“(SLBM) akan sangat berkontribusi untuk menempatkan teknologi pertahanan negara pada tingkat tinggi dan untuk meningkatkan kemampuan operasional bawah laut angkatan laut kita,” tambahnya.

Schmerler mengatakan tidak jelas apa yang dimaksud KCNA dengan mobilitas sayap, tetapi lompatan meluncur itu adalah cara untuk mengubah lintasan rudal agar lebih sulit dilacak dan dicegat.

Korea Utara telah melakukan sejumlah tes dalam beberapa tahun terakhir dengan rudal balistik jarak pendek yang menurut para analis dirancang untuk menghindari sistem pertahanan rudal di Korea Selatan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan tidak menghadiri tes hari Selasa (19/10).

Rudal itu diluncurkan dari laut di sekitar Sinpo, tempat Korea Utara menyimpan kapal selam serta peralatan untuk uji tembak SLBM, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat tertutup tentang Korea Utara pada hari Rabu, kata para diplomat setelah laporan KCNA tentang uji coba rudal tersebut.

Sesi yang akan diadakan pada sore hari ini diminta oleh Inggris dan AS, kata sumber tersebut. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

AFP/Handout / Rappler News

Pemerintah Filipina Larang Ressa ke Oslo untuk Terima Nobel Perdamaian

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 12:30 WIB
Ressa, salah satu pendiri laman daring berita Rappler, bersama wartawan Rusia Dmitry Muratov diganjar Nobel Perdamaian, Oktober lalu, atas...
AFP/Michele Spatari

Afrika Selatan Sebut Larangan Perjalanan tidak Adil

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:49 WIB
Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla menuding para pemimpin dunia tengah mencari kambing hitam atas meningkatnya kasus covid-19 di...
AFP/Saeed Khan

Australia Larang Penerbangan dari Selatan Afrika karena Varian Omicron

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:23 WIB
Ada kekhawatiran varian Omicron itu lebih mudah ditularkan atau membuat vaksin yang ada saat ini tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya